Selasa, 16 Februari 2010

PANERAI PAM 237 Luminor GMT "The Ghost", So rare item!

Dari sekian banyak produk Panerai baik Luminor maupun Radiomir, ada beberapa produk 'unik' yang diproduksi. "Unik" bisa jadi karena warnanya yang keluar dari pakem Panerai (misal dial warna coklat atau Antracite-blue) atau desainnya yang khas atau juga karena jumlahnya yang dibuat hanya sedikit saja. Salah satu produk yang unik adalah PAM 237. Sebenarnya desain jam ini tidak bisa disebut unik karena desain besarnya sama dengan tipe Luminor GMT Pam 088, hanya saja ada perbedaan pada sub register detik-nya yang berwarna hitam, sedangkan PAM 088 sub register dibuat berwarna silver. Diameter juga sama yaitu 44mm dengan finishing polished steel.
Keunikan kedua: PAM 237 ini hanya dibuat setahun saja yaitu tahun 2005 dengan jumlah yang sangat sedikit yaitu 400 buah. Entah kenapa Panerai tidak lagi memproduksi jam ini pada tahun-yahun setelahnya, dan yang terus diproduksi hingga saat ini adalah 'kembarannya' PAM 088.
Keunikan ketiga: PAM 237 tidak pernah muncul dalam buku katalog Panerai, bahkan pada tahun 2005 tipe ini juga tidak dicantumkan sebagai salah satu produksi mereka. Aneh kan? karena itu PAM 237 sering disebut dengan "THE GHOST" karena keberadaannya seolah 'tidak diakui' oleh Panerai sendiri. Karena kedua hal itu tadi, maka tipe ini sering disebut sebagai so rare Panerai dan banyak diburu untuk dikoleksi karena keunikannya dan jumlahnya yang sangat terbatas.

Jam ini menggunakan automatic movement Cal.OP VIII yang sudah bersertifikasi Chronometer karena itu pada caseback ditulis juga "Ocean Chronometer". Jam ini saya padukan dengan Custom strap made by Kent berupa kulit vintage yang warnanya juga unik karena ada unsur warna patina di seluruh permukaan kulit.

Kalau saya pribadi memang lebih suka desain PAM 237 ini daripada saudara kembarnya PAM 088, karena pam 237 ini penampilannya lebih maskulis karena keseluruhan dial berwarna hitam. Dan bayangkan saja kalau anda pakai sebuah jam yang hanya dimiliki oleh 400 orang di seluruh dunia!

Senin, 15 Februari 2010

KING SEIKO Automatic Hi-Beat Cal.5621

Saya akui, beberapa bulan terakhir ini saya antusias sekali dengan jam Seiko terutama tipe high-end antik. Begitu ada informasi langsung diusahakan hari itu juga dilihat jam-nya dan kalau bagus bisa langsung di akuisisi. Seorang teman yang jauh hari sebelumnya memberikan info mengenai keberadaan Grand Seiko (yang akhirnya juga saya akuisisi), kali ini mengabarkan ada sebuah King Seiko cantik tanpa tanggal. Mendengar ciri-ciri yang dia sebutkan, saya berpikiran kalau King Seiko yang dimaksud pastilah dari keluarga cal.56s, dan ternyata benar! kondisinya pun masih bagus untuk jam yang usianya sudah 36 tahun.

King Seiko ini tampil dengan desain yang sederhana. Sepasang jarum lancip yang ditengahnya diberi variasi garis berwarna hitam, jadi seolah jarum tersebut dibelah jadi 2 bagian. Tanpa tanggal dan hanya bertuliskan "Seiko Automatic KS Hi-Beat". Dial berwarna putih cerah yang dipadukan dengan indeks berwarna hitam, jadi kombinasi yang kontras. Tidak adanya feature tanggal membuat kesan jam ini menjadi lebih kental aura klasiknya. Diameter casing 36mm tidak termasuk crown. Bagi saya sebuah Seiko High-end, crown-nya haruslah original karena crown ini-lah salah satu penentu nilai dari sebuah seiko high-end.

King Seiko yang menggunakan automatic movt. Cal.56s ini merupakan King Seiko generasi modern. Cal.56s sendiri merupakan salah satu movement terakhir yang digunakan oleh King Seiko dan Cal.52s adalah movement pamungkas sebelum akhirnya Seiko menghentikan produksi King Seiko. Salah satu perbedaan pada "KS Modern" adalah tidak digunakannya lagi gold medallion yang sering terlihat pada case back dan desain caseback dibuat lebih sederhana. Salah satu alasan kenapa medallion itu tidak digunakan lagi adalah agar biaya produksi bisa lebih ditekan. Alasan lain, Seiko lebih menggencarkan promosi Grand Seiko sebagai top of the line Seiko pada saat itu. Kalau King Seiko masih terus diproduksi apalagi dengan tetap menggunakan gold medallion pada caseback (yang nyata serupa dengan GS), hal ini dikhawatirkan akan membingungkan pelanggan Seiko karena sepertinya ada 2 tipe Seiko yang berbeda dalam kategori yang sama (High-end). Ternyata tujuan untuk memposisikan GS sebagai produk unggulan diteruskan dan produksi KS akhirnya dihentikan. Pada tahun 2000, Seiko 'bernostalgia' dengan mengeluarkan KS edisi Millenium Historic yang diproduksi hanya 2000 buah saja untuk pasar domestik Jepang. Desain dibuat sama persis dengan KS cal.5625 dengan tanggal, namun edisi historic itu menggunakan movement Cal.4s.

Seiko membuat 2 versi dari Cal.5621 ini dan di share juga dengan seri Grand Seiko dan Lord Matic. Cal.56s adalah salah satu desain hi-beat movement Seiko yang compact. Desain lebih tipis dengan konstruksi yang lebih baik dari versi sebelumnya. Cal.56s pertama kali dibuat pada tahun 1968 di Pabrik Seiko Suwa. Sedangkan movement terakhir KS yaitu Cal.52s dibuat setahun setelahnya, 1969, di pabrik Seiko Kameido. KS dalam koleksi saya ini sendiri diproduksi April 1974.

KS 5621 ini sama persis desainnya dengan KS 5626 yang sebelumnya saya miliki. Perbedaan hanya pada penggunaan feature day-date pada seri 5626, selebihnya sama. Untuk melengkapi 'keluarga 56s, saya tinggal mencari KS 5625 dengan tanggal, kalau itu sudah ketemu, akhirnya satu keluarga bisa disatukan!



Sabtu, 13 Februari 2010

ROLEX Ref.1601 Datejust Gilt Dial Ca.1960s

Rolex antik, terutama dengan desain yang menggunakan pakem lama seperti Jarum model daun dan pedang memancarkan aura yang sangat unik dan klasik. Seperti juga Rolex 1601 ini yang umurnya 10 tahun lebih tua dari umur saya!

Menggunakan finishing Gilt dial yang merupakan 'teknologi' finishing dial pada era tahun 50-60an yang banyak diaplikasikan pada jam-jam pada masa itu. Gilt dial sendiri sebenarnya merupakan sebutan bagi sebuah dial yang di finishing dengan teknik penulisan menggunakan pewarna emas atau silver. Warna dial biasanya lebih berkilat karena mungkin campuran kimiawi-nya. Teknik lain yang digunakan pada masa itu adalah matte dial, dimana warna dial cenderung doff-tidak berkilat. 1601 pada koleksi ini menggunakan pewarna tulisan emas. Dan biasanya, entah kenapa penulisan diatas dial model ini huruf-hurufnya cenderung terlihat lebih gemuk atau tidak sehalus penulisan pada matte dial.

Kondisi jarum jam ini masih terlihat utuh warna gold-nya. Indeks menggunakan model yang figuratif, tidak seperti Rolex datejust generasi baru yang menggunakan desain indeks kotak. Desain indeks dibuat menarik dengan komposisi lebih besar di ujung yang berbentuk segitiga. Semuanya berwarna emas. Logo Rolex juga terlihat lebih gemuk dan menyerupai bunga cengkeh. Dari beberapa contoh desain Rolex lama terlihat lebih artisik dan 'berjiwa' daripada Rolex generasi baru. Kalau diperhatikan detail pada sisi-sisi indeks, terlihat kalau warna pada dial sudah mulai berubah warna karena proses oksidasi dan karena pemakaian.

Movement menggunakan Cal.1560 dengan rotor yang didekorasi mirip profil seekor kupu-kupu, karena itu movement ini juga sering disebut mesin kupu-kupu. Kondisi mesin secara umum masih bagus. Coba anda perhatikan gambar detail dari caseback yang ada di bawah. Tertulis disana 1603 dan kemudian produksi jam ini III.60. Ada angka lain yang ditulis oleh Rolex di bawah angka itu yaitu 1601, ref.number jam ini. Kenapa ada 2 macam ref.number ditulis dalam sebuah caseback? ini kali ke-2 saya menemui sebuah caseback Rolex yang memiliki 2 ref.number. Kemungkinan yang terjadi adalah seperti ini: jam ini caseback-nya dulu pernah tertukar atau hilang dan karena caseback 1601 dan 1603 identik maka oleh Rolex jam ini diberikan caseback dari 1603 yang masa produksinya sama dengan 1601 ini. Kenapa saya yakin bahwa yang menggantinya adalah Rolex? kalau melihat langsung caseback (bukan lewat foto) akan terlihat ada beberapa catatan dari RSC (Rolex Service Centre), yang menunjukkan bahwa jam ini dulunya secara rutin di service di RSC. Dan angka grafir 1601 yang baru memang standar jenis angka yang digunakan oleh Rolex untuk memberi identifikasi pada jam-jam mereka.

Nah, sekarang cob kita bndingkan dengan 1601 gilt dial yang saya miliki sebelumnya. Perbedaan dengan yang sebelahnya adalah, penulisan 1601 gilt dial menggunakan pewarna silver, sedangkan sebelahnya berwarna emas. Kondisi 1601 yang sebelah kiri lebih muda karena itu desain indeks-nya pun berbeda, lebih ramping dan modern dan kondisi dial jauh lebih baik.

Gambar dibawah menunjukkan perkiraan yang akan terjadi untuk Rolex yang menggunakan finishing gilt dial. Paling kiri dalam kondisi yang masih bagus, yang tengah adalah kondisi dimana mulai terjadi perubahan warna karena proses oksidasi dan yang paling kana adalah kondisi gilt dial yang sudah seluruh dial-nya berubah warna menjadi coklat, orang menyebutnya sebagai tropical dial. Penggunaan Gilt dial tidak banyak ditemui pada produksi Rolex tahun 50-60an karena mungkin dulunya Gilt dial ini punya konsekuensi perubahan dial yang menurut mereka menjadi tidak menarik (coklat), tapi ternyata kondisi sekarang terbalik. Banyak para penggemar Rolex antik yang mencari Rolex2 lama yang menggunakan gilt dial, apalagi gilt dial yang sudah berubah warna seperti kondisi yang paling kanan!

Semua kembali ke selera masing-masing, bisa saja yang saya sebut bagus, seksi dan menarik tapi bagi orang lain malah sebaliknya, bahkan istri saya waktu lihat Rolex yang paling kanan sempat bilang.."jam sudah karatan kok ya dibilang bagus...!"

Jumat, 12 Februari 2010

ROLEX Date Ref.1501 Black dial

Dalam posting sebelumnya saya sudah membahas koleksi Rolex saya dari tipe Date Ref.1501 dengan warna dial silver/ satin. Kali ini aya berhasil mendapatkan 'pasangan'-nya tipe yang sama dengan dial matte black, dengan kondisi yang sama baiknya. Hanya saja tahun produksi 1501 hitam ini beberapa tahun lebih muda, yaitu pertengahan tahun 70-an.

Kondisi dial masih sangat baik dan bersih. Variasi indeks dibuat lebih gemuk seolah ada 2 batang indeks yang menyatu. Warna hitam tidak mengkilat (doff/ matte) sehingga kesannya lebih low profile. Salah satu ciri khas ari ref.1501 adalah adanya bezel yang disebut sebagai 'engine turned bezel'. Rantai model oyster tebal dan belum pernah dipotong, dengan kondisi yang masih kencang.
Dalam posting ini kita akan lihat beberapa perbedaan kecil terkait produksi Rolex tipe sama dengan perbedaan waktu produksi. Pada gambar di bawah adalah penampilan yang sama antara kedua jenis 1501 ini. Namun kalau dilihat lebih seksama ada beberapa perbedaan yang mungkin saja dibuat sebgai variasi.

Rantai terlihat bedanya. Untuk 1501 hitam yang diproduksi beberapa tahun lebih muda memiliki desain rantai oyster yang memiliki desain solid steel, sedangkan 1501 putih dengan produksi yang lebih tua memiliki desain rantai yang berbeda. Setiap balok dari rantai oyster ini seperti terdiri dari lempengan steel yang dilipat ke dalam dan ditekan, sehingga terbentuk seperti model dibawah (gambar rantai yang bawah). Desain ini ternyata berpengaruh terhadap dimensi (lebar dan panjang) setiap balok. Pada 1501 yang lebih tua, bentuk rantai oysternya mengerucut dengan jelas ke ujung clasp. Sehingga desain clasp-pun menjadi lebih kecil.

Pada 1501 yang lebih tua (kiri) tulisan DATE dihias dengan 2 garis mendatar di kanan dan kiri nya. Entah desain ini hanya merupakan variasi atau bukan, nyatanya pada desain 1501 yg lebih muda, garis itu sudah tidak nampak lagi. Kemudian minute index juga beda, pada 1501 putih index terlihat menempel sampai tepi casing dan memanjang, sedangkan yang hitam hanya pndek dan beberapa milimeter dari tepi dial. Diameter kedua jam ini adalah 35mm, namun mungkin karena pengaruh bezel, penampilan jam ini menjadi lebih lebar. Saya rasa, pencarian Rolex seri 1501 sudah selesai, karena saya sudah mendapatkannya sepasang!... :-)