Sabtu, 07 Agustus 2010

Babi Liar Raksasa Ditembak Mati Di Australia


30 Mei 2009, Teka-teki foto yang menunjukkan seorang pria dengan babi liar raksasa mulai menunjukkan titik terang. Sumber yang terpercaya mengatakan bahwa babi liar raksasa itu ditembak mati di Peternakan Pilbara, Australia tiga tahun sebelumnya oleh seorang peternak bernama John Anick. Mungkin sukar dipercaya, namun babi itu ditembak mati setelah terlihat sedang memakan seekor sapi.


Ketika pertama kali foto diatas muncul di internet dengan deskripsi yang bermacam-macam, banyak orang menganggap foto itu adalah sebuah rekayasa, termasuk Departemen lingkungan dan konservasi Australia. Perdebatan semakin memanas ketika situs berita PerthNow turut mempublikasikannya dalam situs mereka.

Namun semuanya menjadi jelas ketika harian The Sunday Times mengkonfirmasi bahwa babi raksasa itu ditembak dekat peternakan Pilbara dekat Newman, 1200 km timur laut Perth. Seorang kerabat dari pria yang ada di foto diatas mengkonfirmasikan bahwa pria itu bernama John Anick, seorang peternak dari Pilbara, dan foto itu diambil di propertinya tiga tahun yang lalu. Sebelumnya, keluarga Anick menolak untuk berbicara mengenai babi raksasa itu karena kuatir pemburu babi liar akan membanjiri wilayah itu.

Sebuah sumber lain mengatakan bahwa babi itu memiliki berat 220 kg dan terlihat sedang memakan seekor sapi oleh petugas pengamat ternak dari atas helikopter. Mr Anick melihatnya kembali ketika sedang mengecek kincir angin di propertinya dan segera menembak mati babi itu.

"Saya yakin 100 persen bahwa foto itu diambil di Pilbara dan pria di dalam foto itu adalah pria yang saya sebut sebelumnya." Kata sumber itu.

Namun Departemen Lingkungan dan Konservasi masih menolak keaslian foto tersebut. Nigel Higgs, salah seorang pejabat di departemen itu mengatakan : "Memang ada beberapa babi di wilayah sungai De Grey, sebelah timur Pelabuhan Hedland dan beberapa babi memang berubah menjadi liar dekat sungai Savory, 200 km sebelah timur Newman, namun mereka adalah babi kecil berwarna merah jambu."

Walaupun telah mendapat tanggapan negatif dari departemen itu, beberapa sumber tetap mengkonfirmasi keaslian foto itu. Seorang sumber di Perth mengklaim telah meng-scan foto asli itu ke komputer. Sebuah situs yang mengkhususkan diri menyingkap rekayasa foto bernama Hoax-Slayer.com dalam artikelnya di Januari 2007 juga menyatakan bahwa foto itu asli dan diambil di Pilbara.

Diperkirakan ada 23 juta ekor babi liar di seluruh Australia, terutama paling banyak di New South Wales, Queensland dan wilayah Northern Territory.

Babi Berwajah Monyet Di Cina


Seekor babi di Cina baru-baru ini melahirkan lima ekor anak babi. Hal ini adalah sebuah peristiwa yang biasa, namun yang luar biasa adalah, salah satu dari anak babi tersebut memiliki wajah seperti monyet. Babi tersebut adalah kepunyaan satu keluarga yang tinggal di desa FengZhang.


Para ahli yang dimintai pendapat mengatakan kondisi anak babi yang aneh tersebut kemungkinan dikarenakan oleh sebuah cacat yang disebut sebagai holoprosencephaly, sebuah kelainan pada perkembangan otak yang dapat menyebabkan cyclopia (kondisi yang menyebabkan mata tidak terpisah dengan sempurna).

Pemiliknya semula ingin membuangnya, namun anaknya ternyata menyukai anak babi tersebut dan ingin memeliharanya. Sekarang, anak babi itu menjadi atraksi turis.

Babi yang serupa juga pernah lahir di wilayah Watuliney, Manado, Indonesia. Ini foto-fotonya :




Rekor Guiness Pecah Lagi - Hezi Dean Bertahan Hidup 64 Jam Dalam Balok Es Delapan Ton


Rekor bertahan hidup dalam balok es milik David Blaine telah bertahan selama sembilan tahun, tanpa ada yang berhasil menumbangkannya. Namun, akhir tahun 2009, upaya mematahkan rekor itu akhirnya berhasil. Adalah Hezi Dean, pesulap muda dari Israel, berhasil bertahan hidup selama 64 jam di dalam balok es seberat 8 ton. Ia menumbangkan rekor lama 58 jam atas nama David Blaine yag diukir di New York Times Square pada tahun 2000.


Para simpatisan yang berkumpul di Rabin Square, Tel Aviv, Israel, berteriak-teriak memberia semangat pada Hezi Dean agar dia tetap bertahan. Sementara paramedis berjaga-jaga untuk memberi pertolongan jika terjadi hal-hal yang diluar kendali. “Jangan mati Hezi Dean! Jangan mati Hezi Dean!” Teriak para pendukung menyemangati.

Keinginan menumbangkan rekor David Blaine, yang juga seorang pesulap kondang, memang sejak lama menjadi impian Hezi Dean. Ambisi itu muncul karena banyak yang mencoba namun gagal. Karena itu, ia bekerja keras menyiapkan diri, tidak mau mengikuti jejak pendahulunya yang akhirnya kandas. Hasil kerja keras Hezi Dean membuahkan hasil ketika ia keluar hidup-hidup dari balok es yang suhunya di bawah 0 °C.

Ini merupakan aksi luar biasa. Karena pesulap berusia 29 tahun ini berada dalam balok es itu hanya mengenakan kaos tipis dan celana jeans. Dalam keadaan lemas, dia dipapah keluar dari balok es yang sudah dipotong itu, lalu masuk ke dalam ambulans yang langsung melarikannya ke rumah sakit.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana kondisi kesehatan Hezi Dean setelah aksi nekatnya itu. Namun diperkirakan pesulap muda ini tidak akan pulih dalam waktu yang cepat. David Blaine dalam sebuah wawancara mengaku, berada dalam balok es selama 58 jam, adalah pengalaman yang sangat berat.

Akibatnya, kesehatannya menjadi sangat terganggu. Bahkan dia tidak bisa berjalan selama satu bulan. Bisa jadi Blaine merasa kapok. Karena sempat terucap darinya, tidak ingin lagi melakukan aksi yang berat seperti itu.

Sepanjang kariernya itu, David Blaine telah melakukan sejumlah aksi berbahaya yang akhirnya tercatat dalam rekor dunia. Hal ini juga menjadi ilhampara pesaingnya untuk berusaha menumbangkan rekor-rekor yang telah dibukukannya. Selain bertahan dalam balok es terlama, Blaine juga pernah mencatat aksi spektakulernya yakni tinggal dalam kotak yang menggantung di atas Sungai Times, London, selama 44 hari, pada tahun 2003. selama 1 bulan lebih ia tinggal di dalam kotak transparan dimana segala aktivitasnya di dalam tersebut dapat dilihat semua orang yang melintas di sana.

Aksi Blaine ini mengilhami Stuart Kettell, asal Inggris, yang juga berencana hidup dalam kotak transparan yang digantung di udara selama sepekan, pada 28 Maret 2010 nanti. aksi Stuart ini dimaksudkan dalam rangka mengupulkan dana bagi yayasan Kanker McMillan.

“Hacker” Curi Dokumen Rahasia Militer Korsel-AS


Militer Korea Selatan (Korsel) sedang melakukan penyelidikan intensif atas serangan hacker (pembobol situs internet) yang berhasil mencuri data rencana-rencana pertahanan rahasia dengan AS. Mereka menyebutkan serangan tersebut tak menutup kemungkinan dilakukan oleh Korea Utara (Korut). “Dugaan serangan ini terjadi akhir bulan lalu oleh staf Korsel tak mencabut sebuah USB (flashdisk) saat ia mengalihkan komputer militer dari akses rahasia menuju internet,” jelas juru bicara Menteri Pertahanan Won Tae-jae.

USB tersebut berisikan kesimpulan rencana operasi militer oleh Korsel dan tentara AS bilamana terjadi perang di semenajung Korea. Won mengatakan, dokumen yang dicuri bukan teks penuh dari rencana operasional, namun 11 halaman file digunakan untuk informasi kepada militer.

Won menambahkan, tak menutup kemungkinan jika Pyongyang terlibat dalam penyerangan hacker menggunakan IP address Cina. Kantor berita Yonhap juga melaporkan para hacker acapkali menggunakan IP address Cina. Namun disebutkan, keterlibatan Korut belum bisa dikonfirmasi langsung kebenarannya. Para staff di NIS (agen mata-mata Korsel) belum memberikan komentar apapun mengenai masalah ini.

AS menempatkan 28.500 pasukannya di Korsel untuk menakut-nakuti potensi ancaman agresi dari Korut. Dua Korea ini secara teknis masih dalam susunan perang karena Perang Korea 1950-1053 berakhir dengan genjatan senjata, bukan perjanjian damai. Kasus terakhir ini terjadi beberapa bulan setelah hacker melakukan serangan tingkat tinggi cyber attacks hingga menyebabkan macetnya web pada situs-situs yang digunakan AS dan Korsel. Situs yang terkena efeknya termasuk di Gedung Putih dan Blue House di Korsel.

Media Korsel menyebutkan, Korut unit perang dunia cyber dan mencoba menembus jaringan militer AS dan Korsel untuk mengumpulkan dana rahasia sambil mengganggu sambungannya. Rezim ini memiliki 500 hingga 1.000 spesialis hacker.