Jumat, 22 Juli 2011

Iklan di Google vs Iklan di Facebook, Mana yang Lebih Bagus?

Beriklan adalah salah satu kunci dalam marketing. Tak terkecuali di internet marketing, memasang iklan untuk produk/jasa anda menjadi hal penting untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan, serta meningkatkan brand awareness dan banyak lagi keuntungan lainnya.

Di internet, ada banyak pilihan tempat beriklan. Hampir semua perusahaan internet, mengandalkan iklan sebagai sumber uangnya, seperti Google, Yahoo, dan Facebook. Para raksasa itu menguasai pemasukan iklan internet di dunia.

Nah, di sini kita akan bandingkan iklan di Google dan Facebook. Kalau anda berniat pasang iklan, yang manakah yang lebih bagus?

Pertama kali, sebelum anda putuskan beriklan, anda harus tahu benar siapa target market anda. Sebab tanpa itu, sangat mungkin iklan yang anda pasang justru akan tampil bukan pada target market. Akibatnya, konversi iklan menjadi tak bagus dan bisa jadi biaya iklan anda lebih besar dari penjualan yang dihasilkan.

Beriklan di Facebook maupun Google memiliki keunggulannya masing-masing. Berikut ini penjelasan iklan di Facebook dan Google.

Iklan di Facebook

  • Iklan di Facebook menargetkan profile orang. Oleh karena itu, anda harus tahu betul siapa yang menjadi pangsa pasar anda. Sebab, iklan di Facebook bisa diatur berdasarkan usia, lokasi, status pernikahan, dan kesukaan profile pengguna Facebook.
  • Iklan hanya muncul di Facebook. Untuk jenisnya ada sponsored stories dan ada Facebook ads. Iklan bisa muncul di halaman utama (home), profile, page, group, event, dan lainnya.
  • Panjang teks iklan di Facebook bisa sampai 135 karakter serta dapat ditambahkan gambar. Secara karakter, ini lebih panjang dari jumlah karakter iklan di Google Adwords.
  • Dari segi biaya, secara relatif, iklan di Facebook lebih murah dibandingkan di Adwords Google. Namun demikian sistem bidding juga tetap berlaku seperti halnya di Google Adwords.
  • Tersedia Ads Manager untuk memantau performa iklan anda.

Iklan di Google

  • Kata kunci (keyword) menjadi hal penting dalam pemasangan iklan di Google. Pemilihan kata kunci yang tepat sangat berpengaruh pada tercapainya performa iklan yang maksimal. Oleh karena itu, riset keyword menjadi sangat penting sebelum pasang iklan di Google.
  • Di Google Adwords juga bisa dilakukan pengaturan, seperti berdasarkan jenis kelamin, usia, bahasa dan lokasi (berbasis alamat IP).
  • Selain bisa muncul di search engine Google, iklan yang dipasang juga bisa tampil di jaringan iklan Google, video, dan seluler.
  • Biaya iklan bergantung pada keyword yang ingin anda pasangi iklan. Ada keyword yang bertarif iklan tinggi, ada yang rendah. Dan sistem bidding juga berlaku di sini.
  • Tersedia tool (alat) untuk memonitor iklan.

Beriklan di Facebook atau Google memang berbeda. Keduanya memiliki karakteristiknya sendiri. Iklan di Google sangat bergantung pada pemilihan keyword, sementara iklan di Facebook menjangkau orang. Tentu juga pengaturan target iklan, copywriting iklan, dan landing page juga ikut berpengaruh terhadap keberhasilan iklan yang dipasang.

Yang mana yang terbaik? Tak ada jawaban pasti, sebab selain tergantung faktor-faktor di atas, juga bergantung pada niche dan target market anda tersebut.

Karena itu sebelum anda beriklan, sangat penting bagi anda untuk mengenali produk yang anda pasarkan dan siapa target marketnya. Di situ kuncinya.

Bekerja Dari Rumah Impian Seorang Karyawan | Bagian Pertama

Bekerja dari rumah bagi seorang karyawan seperti saya adalah hal yang terindah dan sangat ingin sekali terwujud tanpa harus memikirkan kemacetan yang harus saya alami setiap pagi dan sore hari. Bekerja dari rumah saat ini mungkin masih berada di alam bawah sadar saya, karena suatu saat saya akan mengalaminya jika mulai saat ini saya sudah mempersiapkan mental dan mulai memotivasi diri ini agar terus pantang menyerah dan siap menjalankan bisnis di rumah dengan sepenuh hati.

Oh ya, sedikit catatan, posting ini akan panjang sekali dan saya bagi dalam beberapa posting terpisah, jadi mohon maaf jika anda kurang berkenan, ini saya lakukan untuk menghindari kebosanan membaca posting bertema "bekerja dari rumah" yang saya tulis di blog ini. Tujuannya hanya satu, yaitu berbagi pengalaman dan sharing informasi kepada anda pembaca setia blog bisnis internet ini semoga anda terinspirasi dan meraih kesuksesan bersama. Bukankah berbagi itu indah?.

Sebagai karyawan yang ingin sekali bekerja dari rumah, awalnya saya mendapatkan rintangan dan memang saat ini masih saya jalani dan harus dilalui. Mungkin begitu juga dengan anda yang ingin sekali mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjalankan usaha sampingan agar bisa menambah uang dapur seiring dengan bertambahnya kebutuhan saat ini.

Dengan bekerja dari rumah anda, tentunya ingin lebih mandiri dalam menjalankan usaha, begitu juga saya. Saya juga sedang merintis sebuah usaha dimana usaha tersebut akan bisa menggantikan penghasilan utama saya sebagai karyawan swasta yang selalu mengandalkan gaji bulanan, dan tentunya saya juga ingin mendapatkan kebebasan finansial, dimana waktu saya akan saya habiskan dengan keluarga dan tidak lagi ada masalah dengan keuangan keluarga.

Alasan-alasan diatas adalah sumber motivasi saya untuk ber-bisnis internet secara maksimal, kalau orang bule bilang harus "totally all-out", alias jika memang sudah kecebur, maka basah sekalian..hehe. Dan memang kalau mau bekerja dari rumah jangan tanggung-tanggung untuk mempersiapkanya, karena ini menyangkut nasib anda dan masa depan keluarga anda.

Jangan cuma ingin bekerja dari rumah, anda hanya bergantung dari penghasilan internet yang belum jelas, karena kita ingin mendapatkan penghasilan yang konstan atau stabil dari internet, kita harus memiliki pondasi kuat tentang bisnis online. Sebab bekerja dari rumah belum tentu kita mampu menghasilkan penghasilan stabil seperti orang kantoran, iya toh?.

Saya misalkan perumpamaan bisnis online dan gajian bulanan anda, adalah mirip dengan tangan kanan dan tangan kiri anda. Mungkin tangan kiri anda belum bisa selincah tangan kanan, tapi jika anda mau bekerja keras dan melatih tangan kiri anda, tidak mustahil tangan kiri bisa menghasilkan lebih banyak untuk kelanjutan anda bekerja dari rumah.

Oke, gini ceritanya, awal-awal bisnis internet agar bisa bekerja dari rumah yang pernah saya alami memang begitu sulit dan penuh rintangan. Bermula pada April 2008 dimana saya bisa terhubung dengan internet di kantor baru, iseng-iseng saya membaca website yang bisa memberikan penghasilan jutaan rupiah perbulan, namun setelah membaca tutorialnya saya belum bisa menghasilkan apa-apa. (artikel seputar bekerja dari rumah bersambung ke posting besok).

Selasa, 19 Juli 2011

Pendiri Facebook Terpopuler di Google+

Google membuat Google+ sebagai pesaing Facebook dan Twitter (Baca: Google+ Akan Menjadi Pesaing Kuat Facebook) dalam hal social media. Namun, beberapa saat setelah Google+ diluncurkan, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg membuat kejutan dengan akun Google+ yang dia miliki.

Kejutan pertama, tentu saja ketika Zuckerberg diketahui memiliki akun Google+. Kejutan lain, adalah saat Zuckerberg menjadi orang yang paling banyak di-follow di jejaring sosial Google ini.

Seperti dikutip dari laman The Guardian, popularitas Zuckerberg di Google+ bahkan melampaui dua orang pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Zuckerberg memiliki sekitar 184.000 followers, yang pasti akan terus bertambah. Sedangkan, Page hanya memiliki sekitar 94.000 followers dan Brin sekitar 71.000 followers.

Namun, di akun Google+ yang dimilikinya, Zuckerberg belum menulis satu posting apapun. Tidak hanya itu, aktivitas Zuckerberg di Google+ terakhir kali yang tercatat adalah melakukan setting untuk menjaga privasi, dengan menutup informasi mengenai siapa saja yang menjadi followers-nya.

Sebelumnya, keberadaan Mark Zuckerberg di Google+ menjadi perhatian komunitas online. Namun, Zuckerberg merasa tidak ada yang istimewa. "Mengapa orang-orang sangat terkejut dengan mengetahui kalau saya memiliki akun Google."

Google+ memang berkembang pesat sejak diluncurkan, sekitar dua minggu lalu. Saat ini, diperkirakan Google+ digunakan oleh sekitar 5 hingga 10 juta orang.

Sebagai social media, Google+ dinilai memiliki sejumlah kelebihan dibanding Facebook atau Twitter. Lingkaran pertemanan di Google+ dapat dibatasi sesuai keinginan (Circles). Kemudian, Google+ juga memiliki fasilitas chat (Hangouts), bahkan dengan menambahkan fitur chatting melalui webcam.

Selain itu, fungsi jejaring sosial juga terlihat dengan adanya fitur menonton Youtube bersama teman di fitur Hangouts. Mesin pencari pun bisa dilakukan dari Google+, tanpa harus meninggalkan laman itu terlebih dulu.

Benarkah Microsoft Akan Membuat Mesin Pencari Sosial?

Microsoft saat ini tengah mengerjakan proyek sosial bernama Tulalip. Secara tak sengaja, laman Tulalip muncul ke publik melalui alamat URL Socl.com.

Hal ini sempat ramai dibicarakan, ketika seorang blogger bernama JB mengumumkan hal itu di sebuah situs mengenai domain bernama Fusible.com. "Domain empat huruf yang dimiliki Socl.com, akan melengkapi Bing.com," ujar laporan Fusible saat itu.

Layanan ini dipercaya sebagai mesin pencari sosial yang tengah digarap Microsoft. Laman Socl.com, sebelumnya menjelaskan deskripsi layanan Tulalip itu.

"Selamat datang. Dengan Tulalip, Anda bisa menemukan apa yang Anda butuhkan dan berbagi tentang hal yang Anda ketahui secara lebih mudah," kata laman itu.

Situs ini menawarkan opsi Sign in dengan akun Facebook maupun Twitter. Namun, tidak ada tempat bagi akun Google+ di sana. Dan ketika link-nya diklik, link tersebut belum bekerja.

Sementara, dua baris gambar jejeran foto di bagian bawah kiri juga menunjukkan desain yang mirip dengan antarmuka 'Tile' yang bisa dijumpai pada sistem operasi Windows 7 besutan Microsoft.

Tulalip sendiri adalah namasalah satu suku Indian Amerika yang berada di lokasi yang tak jauh dari Redmond Washington, tempat markas Microsoft berdiri.

Namun, setelah ramai dibicarakan orang, Microsoft langsung menarik kembali tampilan layout di Socl.com.


Gantinya, Microsoft memajang notifikasi berbunyi, "Terimakasih untuk mampir. Socl.com adalah proyek desain internal yang dibuat salah satu tim di Microsoft Research, yang kemudian tak sengaja dipublikasikan ke web. Jujur, kami tidak sengaja."

Namun, orang-orang terlanjur tak percaya bahwa Socl.com hanya proyek internal Microsoft. "Saya pikir, sudah pasti Microsoft tengah merencanakan sesuatu yang lebih besar dengan Tulalip," kata Tom Cheredar dari situs VentureBeat.