Tampilkan postingan dengan label A Sejarah ROLEX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A Sejarah ROLEX. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juni 2010

Perbedaan Rolex Datejust 160X dan 1601X

ROLEX Datejust adalah tipe Rolex yang paling banyak dijumpai dan mudah dikenali karena desainnya yang klasik dan tidak banyak berubah sejak tahun 50-an sampai sekarang. Kalau bicara Rolex vintage, jenis Rolex Datejust yang paling banyak dibicarakan, ditanyakan dan diperjual-belikan adalah tipe 160X dan 1601X. Dan saya seringkali mendapat pertanyaan bagaimana membedakan ciri-ciri dari kedua jenis Rolex ini. Dalam posting kali ini, saya akan coba jelaskan secara singkat perbedaan prinsip antara beberapa jenis Rolex datejust tersebut dan varian-varian yang ada.
Datejust 1601 Steel.
Ref.1601 menunjukkan bahwa Rolex ini masih menggunakan automatic movement yang belum menggunakan feature quick set date. Movement yang digunakan ada yang sudah memiliki hacking mechanism (jarum detik berhenti saat crown ditarik) maupun yang belum. Biasanya movement yang banyak digunakan adalah Cal.1560 dan 1570 (generasi lebih baru).

Ciri yang paling mudah dikenali dari Rolex ref.1601 adalah desain dial yang pada pinggirnya dibuat lebih rendah (seperti selokan). Karena bentuk ini menyerupai 'piring', maka banyak orang yang menyebutnya sebagai 'pie pan dial'. Bagi para penggemar 1601, desain dial seperti membuat tampilan Rolex lebih 'berkarakter' dan juga 'seksi'. Ref.1601 selalu memiliki bezel bergerigi yang terbuat dari emas dan rolex jenis ini memiliki 2 varian yaitu material steel dan Yellow Gold (Kombinasi) dan steel dengan bezel terbuat dari White gold. Gambar di bawah adalah contoh Rolex ref.1601 dengan bezel terbuat dari White gold dan rantai jubille terbuat dari steel. Silahkan klik gambar untuk pembesaran gambar.


Datejust 16014 Steel
Ref.16014 (5 digit) menunjukkan bahwa tipe Datejust ini sudah menggunakan movement yang berbeda dan sudah menggunakan feature quick set date. Rolex Datejust dengan nomor referensi 5 digit diproduksi mulai pertengahan tahun 70-an. Perbedaan terlihat dari desain dial yang rata di semua permukaan, sehingga tidak se'seksi' saudara tuanya 1601. Bezel (yang bergerigi) juga terbuat dari White Gold. Baik ref 16014 maupun 1601 masih sama-sama menggunakan mika untuk kaca-nya dan Rantai model Jubille (mayoritas).

Datejust Ref.1603 All Steel
Bagi orang yang kurang menyukai bezel bergerigi, Rolex juga menyediakan ref.1603 yang memiliki bezel tidak bergerigi halus dan terbuat dari steel. Karena ref.1603 masih 4 digit maka desain dial sama dengan 1601, yaitu pie-pan. Rolex jenis ini semuanya terbuat dari steel. jadi kalau anda ditawari Rolex 1603 tapi geriginya berwarna kuning, itu ada 2 kemungkinan: tutup belakang tertukar dengan ref.1603, atau bezel yang steel ditukar dengan bezel kuning mirip 1601. Karena memang desain bezel ini dapat diipertukarkan.


Datejust Ref.1601, Kombinasi Steel dan YG
Varian lain dari 1601 adalah kombinasi, yaitu penggunaan material emas (biasanya 14K) dan steel. Ciri paling mudah adalah dengan melihat rantai jubille-nya. Bagian tengah rantai terbuat dari emas dan selebihnya steel. Material emas disini adalah lempengan yang kemudian ditekuk dan bukan solid.

Gambar dibawah adalah contoh varian dari Rolex 1601 Datejust kombinasi. Varian untuk indeks ada banyak macam. Dari desain balok kuning seperti dibawah atau dengan variasi garis hitam. Warna jarum biasanya juga berwarna kuning karena untuk menyelaraskan dengan warna bezel yang terbuat dari emas. Crown juga harus terbuat dari emas.

Datejust 16013, Kombinasi Steel dan Yellow Gold
Dan gambar dibawah ini adalah contoh varian dari versi generasi selanjutnya dari 1601. Rolex mulai membuat pembedaan nomor reference untuk bezel yang menggunakan material White gold (ref.16014) dan yellow gold (16013). Khusus untuk tipe 16013 sudah ada yang menggunakan material 18K YG.
Dari 2 jenis Rolex kombinasi (1601 dan 16013) ini dapat dilihat perbedaannya dalam gambar di bawah. Semoga informasi ini dapat sedikit membantu anda dalam mengidentifikasi sebuah Rolex Datejust.


Selasa, 02 Oktober 2007

History of ROLEX

ROLEX didirikan oleh seorang pemuda Jerman Hans Wilsdrof, yang menikahi gadis Inggris dan saudara iparnya Law William Davis pada tahun 1905. Wilsdrof adalah seorang perfeksionis yang mengembangkan standar pembuatan jam tangan dan dia berkeinginan kuat untuk dapat membuat jam yang lebih kecil dan lebih akurat daripada memproduksi jam-jam kantong yang besar. Aegler, sebuah perusahaan kecil di Bienne, Swiss setuju untuk mensuplai Wilsdrof dengan movement yang kecil sehingga cukup untuk dimasukkan dalam sebuah jam tangan. Nama Rolex dipilih karena pengucapan kata tersebut sangat mudah bahkan untuk bangsa manapun di dunia dan 5 huruf tersebut sangat pas apabila dicetak di dial sebuah jam tangan.

Tahun 1910, Rolex mengirimkan movement untuk pertama kalinya ke School of Horology di Swiss. Movement itu akhirnya memperoleh untuk pertama kalinya sertifikat chronometer di dunia.Movement tersebut berhasil memenuhi 2 riteria utama dalam uji chronometer yaitu: 1) tingkat akurasi dan 2) kehandalan. Pada masa itu, jam-jam yang diproduksi memiliki kelemahan di casingnya. Debu dan air dengan mudah dapat masuk melalui caseback dan kenop (crown). Atas dasar itulah akhirnya Wilsdrof berusaha untuk menciptakan sebuah syatem casing yang anti debu dan air. Temuan di akhir tahun 1926 ini akhirnya merubah total system produksi di dunia horologi.

Publikasi pertama kali casing Oyster ini dilakukan oleh Mercedes Gleitze seorang perenang wanita pertama Inggris yang berenang menyeberangi selat Inggris. Saat itu Mercedes menggunakan jam Rolex Oyster yang ditawarkan oleh Wilsdrof. Dan sebulan setelah bukti bahwa jam Rolex Wilsdrof memang kedap air, Wilsdorf kemudian membuat publikasi besar-besaran di koran-koran Inggris.

Terdapat masalah kecil dengan casing sistem oyster ini, kita harus unscrew (membuka) kenop terlebih dahulu sebelum memutarnya untuk mendapatkan tenaga untuk jam. Lama-kelamaan orang akan lupa untuk menguncinya kembali dengan kencang sehingga air dan debu yang sangat kecil bisa masuk kedalam casing dan merusak movement.

Jawaban terhadap masalah ini ditemukan pada tahun 1931 dengan ditemukan dan dipatenkannya mekanisme perpetual winding oleh Emile Borer, anak menantu dari keluarga Aegler dan merupakan head of R&D pada pabrik Rolex di Bienne. Sekarang seseorang tidak perlu lagi memutar kenop untuk mendapatkan tenaga karena tenaga akan tersimpan dengan sendirinya ketika seseorang itu bergerak. Kenop baru dibuka ketika hendak mencocokkan jarum jam saja.

Penemuan penting lain dari ROLEX adalah penambahan penunjuk tanggal di posisi angka 3. Hal ini diperkenalkan tahun 1945 dan model ini diberi nama The DATEJUST. Sampai saat ini setelah lebih dari 60 tahun model ini masih diproduksi dengan hanya sedikit variasi perubahan pada designnya dan merupakan design jam yang paling dikenal baik di dunia karena merupakan ciri khas ROLEX.