Tampilkan postingan dengan label Quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quotes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

Siapakah Saya?

Siapakah diri saya yang sebenarnya?

Saya bukan sedang amnesia, juga bukan orang yang tidak waras.

Apa yang saya tanyakan adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana yang mungkin dirasa terlalu tolol bagi orang-orang yang merasa dirinya pintar.

Kenyataannya saya tidak tahu persis apakah perasaan mereka tentang diri mereka yang pintar lebih akurat dari kenyataan sebenarnya yang ada di lapangan.

Lalu, siapa diri saya?

Pertanyaan itu mungkin terlalu sederhana. Namun jawaban yang bisa dihasilkan mempunyai potensi menjadi lebih dari sekedar jawaban yang secara umum membuat orang mengantuk.

Jika kita berpikir seperti orang kebanyakan, pertanyaan seperti itu mungkin akan dijawab dengan memberikan nama, atau profesi atau jabatan, atau kewarganegaraan. Namun bagi orang yang pemikirannya mencakup ruang lingkup yang jauh lebih luas mungkin akan mempunyai jawaban yang sama-sekali tidak biasa dan membuat kita tergelitik untuk mengetahui lebih lanjut.

Seperti misalnya jika saya ditanya pertanyaan seperti itu, mungkin saya akan menjawab bahwa saya bukan orang yang tidak bisa diandalkan namun juga bukan orang yang bisa diandalkan.

Saya adalah saya, seorang anak laki-laki yang biasa saja, seorang yang hanya tahu berbuat yang terbaik tanpa dibebani harapan orang lain tentang anggapan bahwa saya orang yang bisa diandalkan atau tidak bisa diandalkan.

Sejujurnya saya tidak terlalu peduli bagaimana orang lain memandang saya, saya berusaha untuk fokus kepada diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya sendiri… “Siapa saya sebenarnya”? – Lalu saya menjawabnya sendiri : ”Saya bukan siapa-siapa namun hanya seseorang”. Tidak kurang dan tidak lebih, tidak ada penitikberatan pada reputasi ataupun citra yang dibangun melainkan hanya sebuah pribadi yang berkembang secara alami layaknya buah pisang yang tumbuh dari sebatang pohon pisang.

Lalu jawaban apa lagi yang bisa muncul dari pertanyaan : “Siapa saya?”

Mungkin hanya orang lain yang akan bercerita panjang tentang siapa diri saya. Mereka akan bercerita mengenai apa yang mereka lihat dan menilai dengan pengetahuan yang mereka rasa paling benar. Itu sama sekali kurang penting, namun jika saya sendiri tidak mampu mengenali diri saya sendiri maka saya juga akan gagal mengenali realitas murni dari hidup ini.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa pengenalan diri yang paling ultimit adalah pengenalan secara holistik, dan bukannya sebagai individual demi sebuah pencapaian yang sebenarnya tidak terlalu signifikan.

Saya,
I Dw Gd Erick Krisna Arinjaya

Minggu, 10 Juli 2011

Tahukah Anda Arti dari "Lorem Ipsum" Itu?

Perhatikan kutipan teks singkat berikut ini.

“Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.”

Bagi Blogger yg suka gonta ganti template mungkin sudah tidak asing lagi dengan kalimat di atas ini. Sebab paragraf ini merupakan sebuah dummy text yang biasa digunakan sebagai blindcopy sementara untuk mengisi kekosongan saat sebuah template masih akan didownload. Nyatanya memang paragraf tersebut sudah sedemikian dikenal oleh semua orang yang berkecimpung di dunia blogging, periklanan dan desain grafis, bahkan telah digunakan sejak tahun 1500.

Tapi adakah yang tahu, apa sih paragraf "Lorem ipsum" itu? Awalnya saya (mungkin juga anda semua) berpikir itu hanya kalimat biasa saja dan tidak ada artinya, dibuat secara sembarangan yang tujuannya untuk mengisi ruang kosong yang nantinya akan diisi teks. Lalu saya yang penasaran mencari-cari informasi di Google dan ternyata anggapan saya adalah Salah!

Tidak seperti anggapan banyak orang, Lorem Ipsum bukanlah kalimat yang tidak ada artinya. Sejarah Lorem ipsum berakar dari sebuah naskah sastra latin klasik dari era 45 sebelum masehi, hingga bisa dipastikan usianya telah mencapai lebih dari 2000 tahun. Richard McClintock, seorang professor Bahasa Latin dari Hampden-Sidney College di Virginia, mencoba mencari makna salah satu kata latin yang dianggap paling tidak jelas, yakni consectetur, yang diambil dari salah satu bagian Lorem Ipsum. Setelah ia mencari maknanya di literatur klasik, ia mendapatkan sebuah sumber yang tidak bisa diragukan. Lorem Ipsum berasal dari bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari naskah “de Finibus Bonorum et Malorum” (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Kejahatan) karya Cicero, yang ditulis pada tahun 45 sebelum masehi. Buku ini adalah risalah dari teori etika yang sangat terkenal pada masa Renaissance. Baris pertama dari Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, berasal dari sebuah baris di bagian 1.10.32.

Bagian standar dari teks Lorem Ipsum yang digunakan sejak tahun 1500an kini di reproduksi kembali di bawah ini untuk mereka yang tertarik. Bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari “de Finibus Bonorum et Malorum” karya Cicero juga di reproduksi persis seperti bentuk aslinya, diikuti oleh versi bahasa Inggris yang berasal dari terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham.

Naskah Lorem Ipsum standar yang digunakan sejak tahun 1500an.

“Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.”

Bagian 1.10.32 dari “de Finibus Bonorum et Malorum”, ditulis oleh Cicero pada tahun 45 sebelum masehi.

“Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?”

Terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham.

“But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure. To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?”

Yang dapat diartikan ke dalam Bahasa Indonesia..

"Demikian pula, tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak menghasilkan kesenangan?"

Paragraf asli Lorem Ipsum berbicara tentang sebuah etika. Etika ini ada ketika Cicero sangat dekat dengan dunia hukum dan dunia seni. Tidaklah heran pada masa kekuasaan Romawi, Cicero menuntut gurbenur Sicily yaitu Verres. Kisah ini sangat terkenal mengingat keberanian Cicero menggugat kegurbenuran atas tuduhan penyerangan, pembunuhan, dan korupsi. Herannya, dari kebanyakan tuntutan Cicero kepada Verres adalah kejahatan penjarahan karya-karya seni. Cicero memang sangat peduli dengan karya seni.

Naahh… Sudah tahu kan sekarang? Jadi paragraf yang asal "Ceplok" aja itu ternyata bukan sembarang paragraf, ternyata memiliki kisah dan arti yang sangat mendalam...

Jumat, 29 April 2011

QUOTES: Tips Sukses Menghadapi Kegagalan

1. Bersikap dan berpikir Positif terhadap Kegagalan
 
Ingat! kegagalan bukanlah suatu yang harus ditakuti. Tanpa ada sikap positif, Anda akan semakin stress setelah mengalami kegagalan. Anda seakan kehilangan energi untuk bangkit kembali karena selalu dibayang-bayangi takut gagal. Dengan bersikap positif, Anda mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami (proses kehidupan). Dengan demikian, mental Anda akan semakin kuat. Percayalah pasti ada sebuah hikmah dari sebuah kegagalan.

2. Mencari penyebab Kegagalan
 
Renungkan diri sendiri, apa yang menjadi penyebab Anda gagal? Secara umum, ada dua faktor utama penyebab kegagalan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Ada kalanya Anda kurang memiliki semangat dan motivasi dalam mengerjakan sesuatu atau mungkin Anda tidak disiplin dan ceroboh dalam bekerja. Jika Anda menyadari penyebab internal ini, maka harus Anda sendiri yang merubahnya. Ingat! sukses atau tidaknya Anda dimulai dari dalam diri sendiri, jika Anda bisa memotivasi diri sendiri, selanjutnya Anda akan lebih ringan melangkah. Sedangkan faktor Eksternal merupakan faktor penyebab di luar diri sendiri. Misalnya kurangnya dukungan dari orang terdekat, pesaing yang terlalu banyak dan ketat, atau kurangnya fasilitas, dll.

3. Atasi Kegagalan
 
Setelah mengetahui penyebab kegagalan, Anda harus segera mencoba mengatasinya. Tidak perlu harus mengatasi semua penyebab kegagalan sekaligus, ada baiknya dilakukan secara bertahap tetapi pasti. Prioritaskan penyebab utama, kemudian penyebab lainnya. Karena itu, buat catatan tentang hal-hal yang sering membuat Anda gagal, apakah faktor internal atau eksternal (buat skala prioritas). Jangan mencari kambing hitam dalam mencari penyebab kegagalan Anda.

4. Gali kekuatan Diri
 
Selain mencari penyebab kegagalan, catatlah apa saja kekuatan dan potensi diri Anda, baik yang tersembunyi maupun yang nampak. Coba gunakan kekuatan dan potensi Anda secara maksimal. Galilah potensi-potensi tersembunyi Anda yang masih bisa dikembangkan. Jika Anda bisa mengembangkan potensi Anda dengan baik, maka sukses takkan jauh – jauh dari Anda.

5. Tangkap Peluang
 
Jangan hanya diam merenungi nasib. Anda harus jeli menangkap peluang atau kesempatan. Ingat, Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu jika Anda sendiri tidak pernah berusaha mencarinya. Begitu Anda tahu ada peluang, tangkaplah peluang tersebut, jangan tunggu sampai besok.

6. Trial and Error
 
Untuk meraih kesuksesan Anda perlu melakukan trial and error. hal ini merupakan salah satu tolak ukur untuk menggapai kesuksesan. Tinggal sejauh mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Sebelum mencoba lagi, pikirkan masak-masak langkah yang akan ditempuh. Kalaupun terjadi kesalahan kembali, jangan ragu-ragu melakukan perbaikan dan terus mencoba sampai Anda berhasil mengatasinya.

Kunci utama trial and error adalah kerja keras dan tetap semangat. 

Gagal Demi Sebuah Kesuksesan Sejati

Dengan demikian berarti Anda sudah berdamai dengan kegagalan. Selanjutnya, kegagalan bukan lagi momok yang menakutkan, melainkan sesuatu yang harus dihadapi dan dilawan agar kegagalan itu tidak menggerogoti hidup Anda.

Semoga bermanfaat.