Tampilkan postingan dengan label Seiko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seiko. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

Sekilas Sejarah Singkat Grand Seiko

Sudah 2 tahun belakangan ini saya semakin mendalami merek Seiko karena saya melihat ada sesuatu yang besar dibalik kesederhanaan sebuah Seiko dan produk-produknya (terutama yang high-end). Beberapa waktu lalu, para penggemar jam banyak yang mengatakan bahwa Seiko adalah ‘The sleeping giant’ karena mereka memiliki filosofi dan kemampuan teknis yang tidak kalah dengan pesaing mereka dari Swiss. Namun, Seiko kini bukan lagi sebagai ‘sleeping giant’ karena sang raksasa sudah mulai bangun dan menggeliat. Salah satu bukti bangunnya Seiko untuk tampil lebih mengglobal adalah dengan tidak lagi membatasi peredaran Grand Seiko hanya di Jepang saja, dan mulai membuka pasar untuk ke 20 wilayah lain di dunia sejak tahun 2010. Namun tidak semua model GS yang dijual di wilayah tersebut, dan untuk tipe-tipe tertentu tetap harus datang ke Jepang untuk membelinya. Dan keputusan Seiko ini sangat disambut baik oleh para penggemar jam dunia yang mengagungkan originalitas, kemampuan watchmaker yang sangat tinggi dan kemurnian sebuah desain.


Seiko berhasil menciptakan rasa penasaran tinggi dari para kolektor jam dengan produk Grand Seiko-nya. Kualitas yang tidak main-main, totally in-house movement (termasuk hairsprings), dan performance movement yang tinggi, membuat banyak pembuat jam dari Swiss yang (akhirnya) mengakui bahwa Grand Seiko adalah sebagai salah satu the best mechanical watch in the world. Salah seorang CEO produsen jam besar pernah mengatakan,”There is only one thing wrong with Grand Seiko…: The Name!”. karena nama SEIKO sudah kuat dipersepsikan sebagai pembuat produk massal dan murah untuk jam-jam quartz. Dan bagi banyak orang, masih sulit untuk menerima bahwa sebuah Grand Seiko dihargai antara US$ 4,000 sampai US$ 25,000 (GS platinum 130 anniversary).

Seiko merupakan perusahaan jam satu-satunya di dunia yang memproduksi secara masal jam tangan dengan movement Quartz, Kinetik, automatic dan Spring drive. Khusus Kinetik dan Spring drive adalah eksklusif dimiliki hanya oleh Seiko. Terkait jam mekanik, Seiko memiliki sejarah panjang sebagai penghasil jam mekanik ketika meluncurkan sebuah jam kantong untuk pertama kalinya pada tahun 1895. ‘Laurel’ adalah jam tangan Seiko pertama kali diproduksi pada tahun 1913. Banyak produsen jam Swiss yang belum memproduksi jam tangan sampai berakhirnya PD ke-1. “Laurel’ diproduksi dengan semua komponennya dibuat secara in-house oleh Seiko (saat itu bernama Seikosha). Jam tangan yang menggunakan nama Seiko baru mulai diproduksi pada tahun 1924. Pada tahun 1937, Seiko mulai ‘serius’ dengan produksi jam tangan dengan membuka sebuah pabrik baru Daini Seikosha yang secara eksklusif hanya membuat jam tangan.

Pada pertengahan tahun 50-an, keinginan Seiko untuk menjadi produsen jam mekanik kelas dunia semakin kuat. Awalnya terjadi tahun 1956, Seiko memproduksi Seiko Marvel dengan manual winding, sebagai sebuah ‘quantum leap’ dalam pembuatan high-end product bagi Seiko. Marvel dibuat dengan penuh kesungguhan yang menghasilkan sebuah jam sederhana dengan akurasi yang sangat baik. Setahun berikutnya, Seiko memproduksi Gyro Marvel yang merupakan versi automatic dari seri Marvel.



Dengan keberhasilan ini, Seiko semakin terpacu untuk memproduksi sebuah jam yang memiliki performance yang bisa mendekati atau bahkan mengalahkan jam-jam high end produksi Swiss. Untuk tujuan itu, Seiko mengumpulkan watchmaker terbaiknya dalam sebuah tim yang bertujuan untuk membuat sebuah jam yang mereka sebut sebagai ‘The ideal watch’. Tujuan tim ini adalah membuat jam yang paling akurat, tangguh, bernilai estetika tinggi, sekaligus paling nyaman dikenakan. Dan mereka menamakannya ‘The Grand Seiko’. Semua watchmaker dalam Tim tersebut punya keinginan dan ambisi yang sama dalam hal performance yaitu melewati (lebih baik) dari standar akurasi Chronometre yang dipatok oleh COSC di Swiss!.


Grand Seiko pertama kali diperkenalkan ke public Tokyo pada 18 Desember 1960. GS pertama menggunakan manual winding movement cal.3180 dengan frekwensi 18,000 bph. Desainnya sederhana dan menuliskan ‘Chronometre’ pada dialnya. GS pertama ini dijual dengan harga 25,000 Yen, yang saat itu ekuivalen dengan 2 bulan gaji seorang professional lulusan Universitas. Saat itu Seiko melakukan pengujian GS sesuai dengan apa yang dilakukan oleh COSC. Beberapa tahun kemudian, Seiko menghapus tulisan ‘Chronometer’ pada dial selain karena adanya keberatan dari pihak COSC mengenai penggunaan resmi kata ‘chronometer’ tersebut, juga karena pengujian GS mereka lakukan dengan standard yang lebih tinggi dari COSC.

Seiko memproduksi GS untuk periode awal dari tahun 1960 – 1975. Produksi dihentikan karena Grand Seiko terkena dampak dari revolusi jam quartz yang menyebabkan penurunan drastis akan permintaan jam-jam mekanik. Kekosongan ini berlanjut sampai lebih dari 15 tahun kemudian. Pada tahun 1988, Seiko juga memproduksi Grand Seiko dengan menggunakan quartz movement. Akhirnya, pada tahun 1991 Seiko memutuskan untuk kembali memproduksi lagi jam-jam mekanik untuk kategori high-end. Tahun 1998 Seiko meluncurkan GS yang disebut sebagai periode ke-2 dengan menggunakan movement generasi terbaru seri cal.9S5, yang dibuat khusus untuk GS dan merupakan ‘the flagship of Seiko’..


Grand Seiko diproduksi oleh pabrik Morioka Seiko Instruments Inc (MSI) yang berada di sebuah kota bernama Shizuku-Ishi. Dalam pabrik MSI ini terdapat sebuah kelompok elit yang bernama Shizuku-Ishi Watch Studio. Kelompok ini beranggotakan 60 watchmaker dan teknisi paling handal dan berpengaruh di Seiko yang masih memproduksi jam dengan cara-cara tradisional. Bahkan untuk memoles jam masih menggunakan prinsip Zaratsu, yaitu prinsip memoles pedang Samurai secara manual dan berulang-ulang yang sudah berusia ribuan tahun. Di dalam pabrik inilah para teknisi Seiko mendesain, membuat parts dan melakukan assembling dengan cara manual satu-per-satu produk-produk high end Seiko. Dalam ruangan kerja kelompok ini, masing-masing watchmaker memiliki seperangkat meja kerja yang dibuat customized sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Hal ini dilakukan agar para watchmaker bisa bekerja secara maksimal dalam kondisi yang membuat mereka sangat nyaman. Meja kerja mereka dibuat secara khusus oleh pembuat furniture tradisional Iwayado Tansu dari kayu yang hanya bisa diperoleh dan merupakan ciri khas daerah setempat.


Pembuatan sebuah Grand Seiko membutuhkan lebih dari 1000 jam untuk pengujian dan inspeksi. Seiko melakukan pengujian lebih ketat dan tinggi daripada COSC Swiss. Contohnya adalah dari periode pengujian yang membutuhkan waktu 17 hari, COSC melakukannya selama 15 hari. Posisi jam yang diuji oleh Seiko adalah 6 posisi, sedangkan COSC 5 posisi dan rata-rata harian akurasi sebuah Grand Seiko adalah -3 s/d +5 detik per hari, sedangkan COSC mempunyai standard -4 s/d +6 per hari.


Melihat keseriusan Seiko dalam memproduksi seri high-end mereka, tidak heran kalau mulai banyak kolektor jam yang mulai melirik Grand Seiko sebagai salah satu koleksi mereka. Dalam sebuah majalah pernah dituliskan, ada seorang CEO sebuah brand besar (namanya dirahasiakan) mengatakan bahwa dia memiliki Grand Seiko untuk dia koleksi karena kualitasnya bisa melebihi kualitas jam Swiss. Dia kemudian mengatakan “Seiko makes the best mechanical watch in the world. I hate to say it, but it’s TRUE!’..



Selasa, 06 Maret 2012

GRAND SEIKO SBGA 003 Spring Drive

Grand Seiko merupakan tipe yang diposisikan sebagai 'kasta tertinggi' dalam jajaran produk Seiko (diluar 'Credor' yang tidak mancantumkan nama 'Seiko'). Seiko begitu bangga dengan tipe ini hingga untuk menjaga eksklusifitas awalnya mereka hanya menjual GS hanya di Jepang saja. Sehingga para pecinta produk ini mesti membeli dari Jepang langsung atau meminta bantuan Seiya dan Higuchi yang bisa menjual GS via online. Karena antusiasme terhadap GS di dunia International semakin tinggi, akhirnya manajemen Seiko memutuskan untuk membuka diri untuk menjual GS keluar Jepang.

Saya sebagai penggemar berat Seiko sangat mengagumi dan juga menginginkan GS sebagai salah satu koleksi Seiko saya. Selama ini saya baru bisa mengumpulkan beberapa buah GS vintage dari mulai generasi kedua sampai produksi tahun 70-an. Karena GS modern harganya bisa membuat orang kaget, maka saya perlu menentukan tipe GS apa yang akan saya beli agar tidak 'merasa bersalah' karena membeli GS yang tidak betul-betul saya sukai. Akhirnya saya menentukan beberapa kriteria untuk GS modern pertama yang ingin saya miliki: harus dial hitam, size besar, teknologi movement terkini dan menggunakan rantai.

Atas saran 2 orang teman yang saya ajak diskusi mengenai dream watch GS saya, mereka memberikan beberapa alternatif dan yang menarik minat saya adalah SBGA 003, GS Spring drive dial hitam. Ternyata cocok dengan persyaratan saya. Ketika berkunjung ke sebuah toko jam di Kuala Lumpur, saya melihat mereka menjual jam GS dan saya lihat salah satunya adalah SBGA003 ini, dan akhirnya saya berkesempatan untuk mencobanya..and I love it!. Dan, atas bantuan seorang rekan baik akhirnya keinginan saya untuk mendapatkan jam ini akhirnya tercapai. Walaupun harus menunggu agak lama karena memang pencariannya sulit.

SBGA 003 menggunakan movement Spring Drive automatic yang proses desain dan produksinya selesai pada tahun 2005 dan mulai dipamerkan pada BASEL Fair tahun 2006. Kehadiran Spring Drive automatic membuat banyak pihak kagum dengan inovasi yang dilakukan oleh Seiko. Orang kini tidak lagi menyebut Seiko sebagai 'The sleeping Giant' karena sang raksasa kini mulai bangkit dan menunjukkan kemampuannya. Banyak orang meyakini bahwa revolusi Spring drive akan menjadi tonggak penting dalam dunia horology. Penjelasan detail mengenai teknologi Spring drive akan saya bahas dalam posting terpisah.

Dalam proses pencarian dan menunggu GS idaman saya, saya membeli sebuah Seiko JDm juga yaitu Seiko Spirit yang desainnya memang mirip dengan GS. Gambar dibawah menunjukkan adanya kesamaan dalam pakem desain kedua jam tersebut. Dimensi Seiko Spirit lebih kecil (sekitar 38-39mm) sedangkan GS SBG003 memiliki diameter 41mm. kalau dari segi finishing memang masih jauh lebih bagus GS.

Yang saya sangat suka dari SBGA003 ini adalah warna dialnya yang hitam kelam. Awalnya saya kira warnanya adalah hitam Glossy tapi setelah dilihat dengan menggunakan loop, terlihat bahwa warna dial ini adalah hitam doof sedangkan hitam glossy hanya digunakan untuka penunjuk power reserve. Built quality casing GS ini sangat halus dan detailnya rapi. Finishing casing dibuat 2 macam: mirror dan brushed finish. Indeks dibuat tidak ktak tapi keempat sisinya dibuat miring. Hal ini dibuat agar saat cahaya mengenai dial dan indeks, pantulan cahayanya akan terlihat lebih tersebar. Permukaan indeks juga tidak dibuat rata tapi bertekstur horisontal.

GS ini menggunakan High Definition dual-curved sapphire crystal yang diberi lapisan anti reflective coating untuk penutup depan dan case back. Penggunaan material ini membuat penampilan jam menjadi lebih jernih dan mewah. Pandangan ke permukaan dial juga menjadi lebih jelas. Diameter tanpa crown adalah 41mm dengan ketebalan 12,5mm dan berat total berikut rantai adalah 150 gram.

Konstruksi casing dibuat khusus dan memiliki ketahanan terhadap magnet sebesar 60 gauss atau 4800 A/m. Walaupun jam ini dikategorikan sebagai dress watch, tapi casing GS ini dibuat untuk bisa tahan tekanan 10 bar atau 100m water resistant. Jadi bisa dikatakan untuk sebuah jam dressy, jam ini memiliki spesifikasi sebuah jam sport.

Movement GS menggunakan automatic Spring drive Cal.9R65 yang memiliki 30 jewels dan 276 parts. Diameter movement lebih besar dari automatic movement biasa karena itu desain casing GS spring drive dibuat lebih besar. Rantai terbuat dari solid steel yang dibuat juga dengan 2 finishing yaitu mirror dan brushed finish. Desain rantainya saya suka karena terlihat kokoh sekaligus nyaman dipakai. Penggunaan double folding claps bisa menjadi masalah ketika tangan kita besar karena desain rantai tidak bisa digeser-geser, dan harus dikurangi atau ditambahkan link (mata) rantai agar bisa sesuai di pergelangan tangan.

Diameter 41mm untuk sebuah seiko dress watch sudah termasuk besar (bandingkan dengan Rolex Submariner yang 40mm), tapi ketika dipakai jam ini tidaklah terlihat besar seperti yang saya kira dan nyaman ketika dikenakan. Ini dimungkinkan karena desain lugnya yang panjang dan melengkung kebawah dengan curam sehingga seolah 'menggenggam' pergelangan tangan pemakai. Pada gambar di bawah menunjukkan desain lugs yang menurun.

Beberapa orang yang menanyakan jam ini kaget ketika saya beritahu harganya dan mereka bertanya-tanya kok ya saya mau mengeluarkan uang begitu besar untuk sebuah Seiko. Saya malah bingung untuk menjawabnya karena memang saya membeli Seiko ini bukan karena merk-nya tapi saya membeli teknologi, keindahan dan sebuah 'karya seni' dalam bentuk jam. Memang ketika jam ini saya pakai, penampilan nya sangat berbeda dibandingkan dengan jam lain, meskipun merk lain tersebut adalah jam Swiss dari merk terkenal. Kualitas finishing, proporsi dan detail yang rapi membuat jam ini terlihat tetap 'low profile', namun tetap juga terlihat mewah.

Minggu, 27 November 2011

SEIKO Automatic Power Reserve SARC 018

Suatu kali, saat sedang membuka-buka bagian 'Sales Corner' pada sebuah forum diskusi di Internet, mata saya tertumbuk pada sebuah penawaran jam yang sangat cantik ini. Bisa dibilang ini adalah 'Love at the first sight'. Saya belum pernah melihat Seiko dengan desain seperti ini dan bagi saya desain jam ini sangat sesuai dengan keinginan saya yang memang sedang mencari sebuah Seiko yang desainnya klasik dan...tidak banyak orang yang memakainya..

Seiko cantik ini memiliki ref. number SARC 018 yang merupakan produk Seiko yang hanya dibuat untuk pasar Jepang. Pemilik sebelumnya jam ini juga membelinya ketika dia sedang berlibur di Jepang.

Desain Seiko ini klasik dan unik. Jarum jam menggunakan desain dauphine atau model seperti pedang dengan warna senada dengan warna indeks dan casing, yaitu rose gold. Dial di buat dengan 2 layer yang bertumpuk. Layer pertama merupakan dasar bagi penunjuk tanggal, hari dan power reserve. Sedangkan layer kedua diatas dilubangi sesuai dengan tempat penunjuk tanggal-hari dan power reserve. Warna dial putih bersih yang sangat enak dilihat ketika dipadukan dengan warna rose gold pada indeks, jarum dan casing. Penempatan minute track pada sisi terluar dial menambah kesan klasik pada penampilan keseluruhan dan desain minute track tersebut diletakkan pada layer pertama dial. Jadi desain dial seperti memiliki 'selokan' pada pingggir dial.

Konsep utama desain Seiko ini sepertinya mengacu kepada desain Seiko vintage. Salah satu hal yang menguatkan kesan ini adalah penggunaan box-shape sapphire crystal. Kristal yang digunakan sebagai penutup dial bentuknya cembung dan bukannya rata seperti desain sapphire crystal pada jam seiko modern lainnya. Semula saya kira materialnya adalah hexalite crystal tapi setelah diketuk baru ketahuan bahwa materialnya adalah kristal.

Desain casing, lugs dan crown sangat sederhana dan seperti desain Seiko vintage umumnya. Crown memiliki kode huruf 'S' di atasnya dengan dimensi yang proporsional dengan diameter jam. Dimensi jam sendiri adalah 43x46mm termasuk lugs dan crown.

SARC 018 menggunakan movement automatic generasi terbaru dari Seiko yaitu Cal.6R21 dengan 28,800 bph dan 29 jewels. Movement ini merupakan movement yang memiliki penunjuk power reserve 45 jam. Selain untuk SARC 018, cal.6R21 juga dipakai di seri premium Seiko lain yaitu Ananta (SPB017, SPB 019 dan SPB 021). Konstruksi Cal.6R21 dapat dinikmati melalui sapphire caseback yang dibuat dengan konstruksi screw.

Salah satu yang unik dari jam ini adalah warna strap-nya. Warna yang digunakan adalah burgundy atau juga ada yang menyebutnya sebagai Oxblood color, yang memang kalau dilihat warnanya seperti warna darah, atau mungkin juga warna Red Wine. Motif-nya seperti crodoile pattern. Strap dipadukan dengan deployant buckle dengan warna senada dengan warna casing.

Penampilan Seiko ini sungguh sangat klasik dan timeless. Dengan perpaduan warna dial yang putih dan elemen desain lain berwarna rose gold, membuat jam ini tampil elegan dan formil, sangat cocok buat menemani ke resepsi pernikahan atau acara resmi lain...

Minggu, 11 Mei 2008

SEIKO Military Automatic

Istri saya sebenarnya tidak begitu antusias dengan jam-jam koleksi saya, namun ada beberapa yang memang dia sukai dan itu tidak melihat merek jam tapi estetika penampilan. Salah satunya adalah Seiko military. Saat itu memang saya beli jam tersebut untuk dipakai oleh istri saya karena bentuknya tidak terlalu besar (35mm dan tebal 10mm) dan tampilannya sederhana.

Sabtu siang saat saya berkunjung ke kios teman, dia menyodorkan sebuah jam Seiko. "Nih pakai, elo kan udah pernah belikan buat istri elo. Nah sekarang elo beli buat elo sendiri supaya kembaran". Seiko yang saya terima adalah tipe yang sama SNX 427K namun yang ini menggunakan rantai original-nya (gambar dibawah).

Tipe yang menggunakan rantai ini ternyata cukup menarik saya apalagi kondisinya masih sangat mulus dan kelihatan bahwa jam ini belum pernah dibuka caseback-nya. Segera saja saya tukar jam itu dengan beberapa lembar uang 100 ribuan, dan langsung saya pakai!

Sesampainya di rumah saya tunjukkan ke istri saya dan komentarnya juga sama bahwa jam ini menarik sekali!
Seiko ini memiliki case back yang transparan dan memperlihatkan pergerakan automatic movement cal.7S26-nya. Kesan military sangat kental karena penggunaan dial dengan arabic number dan desain jarum jam dan menit yang old fashioned military watch. Radium kedua jam ini masih sangat jelas dan terang dalam gelap.

Akhirnya pada hari Minggu kemarin, saya dan istri mengunjungi saudara saya dengan mengenakan jam yang sama. Hmm...looks nice!

Sabtu, 26 April 2008

SEIKO 5 Actus Automatic 21 Jewels

Saat berkunjung ke sebuah tempat service jam di sebuah pasar, saya melihat bapak pemilik kios menggunakan sebuah jam seiko yang masih sangat mulus dan menarik minat saya. Segera saja saya minta dia untuk membuka jam-nya agar bisa saya lihat lebih dekat. Ternyata jam itu adalah SEIKO 5 Actus automatic. Kita sudah familiar dengan Seiko 5 dan mungkin sebagian dari anda juga pernah melihat Seiko Actus. Nah jam ini menggabungkan kedua tipe tersebut.

Menurut informasi yang saya dapat, Seiko Actus merupakan Seiko 5 yang dibuat khusus untuk pasar Jepang. Untuk memudahkan mereka membuat penamaan yang berbeda dengan Seiko 5 yang dijual untuk pasar international. Kata "Actus" kemungkinan berasal dari bahasa Latin yang artinya "Moving through". Namun tidak ada catatan resmi mengenai alasan penamaan ini. Seiko Actus juga merupakan "saudara"dengan jenis seiko automatic yang lain yaitu Seiko Advan.

Selain tertarik karena kumulusannya yang nyaris seperti baru, saya juga tertarik karena desainnya yang sederhana dan klasik. Automatic movementnya menggunakan cal.7019 dengan 21 jewels. Saya pernah lihat jenis Seiko 5 Actus dengan 23 jewels dan sistem SS (Stop second) di http://arlojikuno.blogspot.com. Bedanya dengan Seiko 5 Actus ini adalah material kaca bukan lagi menggunakan mika tapi sudah menggunakan crystal (hardlex mineral) setebal 2mm. Kemudian penunjuk hari sudah menggunakan 2 bahasa yaitu Inggris dan Kanji.

Warna dialnya silver agak gelap dengan kombinasi jarum jam runcing (my favorit!) dengan variasi garis hitam ditengahnya. Diameter jam ini cukup besar sekitar 37mm. Kondisi semua masih original dan sangat mulus. Karena itu setelah negosiasi akhirnya jam Seiko ini berpindah ke pergelangan tangan saya. Desain keseluruhan jam ini mengingatkan saya pada jam King Seiko yang pernah dijual di blog ini. Kerinduan saya akan King Seiko yang "hilang" tersebut sudah terobati kini dengan adanya Seiko 5 Actus ini.


Minggu, 20 April 2008

SEIKO 6138 0020 Tokei Zara. Rare item!

Salah satu HOT ITEM! dalam jajaran tipe SEIKO automatic chronograph: 6138 0020. Tipe ini menggunakan automatic movement cal.6138 dengan 2 sub registers yang berbeda dimensi lingkarannya. Tipe ini sering disebut sebagai TOKEI ZARA, sampai saat ini saya masih belum dapat info mengenai asal-usul nama ini.

Tipe Seiko ini menggunakan basis casing yang mirip dengan Seiko Helmet hanya saja ukurannya lebih besar (diameter 42mm tanpa crown) dengan ketebalan 14mm. Tipe ini hanya dibuat khusus untuk pasar Jepang karena itu pada dial selalu tertulis Speedtimer. Dalam forum-forum seiko, tipe ini sering dikatakan sebagai salah satu jenis automatic cheonograph yang langka, terutama dalam kondisi yang masih bagus dan berjalan normal.


Minggu, 23 Maret 2008

SEIKO 1st World Time Black Dial

Sebelumnya saya sudah memiliki salah satu milestone dari Seiko ini. Seiko pertama kali membuat tipe worldtime dengan penambahan fungsi GMT pada tahun 1964. Tipe pertama ini menggunakan automatic movement cal.6217, sama dengan yang digunakan pada versi jam diver pertama mereka.

Seiko mengeluarkan 2 versi tipe GMT pertama ini: dengan dial silver dan dark grey atau cenderung ke warna hitam. Penantian dan pencarian tipe kedua dengan dial dark grey/ black akhirnya berakhir setelah saya menemukan tipe yang saya cari. Kondisi dial masih sangat bagus, hanya saja ada beberapa angka pada penunjuk GMT sudah mulai pudar. Wajarlah untuk jam dengan usia lebih dari 40 tahun.


Akhirnya Seiko Worldtime 6217 saya mendapatkan soulmate-nya dan pada hari sabtu lalu berhasil disandingkan..

Rabu, 30 Januari 2008

The First KING SEIKO from 1961

Dalam awal product line Seiko terdapat 2 tipe yang diproduksi dengan tujuan salah satunya untuk menyaingi dominasi jam-jam mekanik Swiss, yaitu Grand Seiko dan King Seiko. Untuk Grand Seiko sampai saat ini masih diproduksi dengan menggunakan teknologi yang terbaru yaitu Spring Drive.

Seiko dalam koleksi saya ini merupakan jenis KING SEIKO dari generasi pertama dan termasuk langka karena sangat jarang bisa ditemui. Versi ini dibuat pada tahun 1961 dan berhenti produksi (diganti dengan desain lain) pada tahun 1964. Generasi awal KS tidak seperti versi KS yang banyak dijumpai yaitu tulisan SEIKO dibawah angka 12 dan tulisan KS diatas angka 6. Pada case back terdapat engraved ciri logo KS yang berbentuk seperti perisai.

Desain KS ini sangat sederhana dan tanpa penunjuk tanggal. Desainnya sangat klasik dan sederhana dengan penggunaan index baton dan jarum berwarna silver. Versi awal KS ini dibuat dalam 2 versi yaitu steel dan gold plated. Movement Diashock manual winding dengan 25 jewels caliber versi 44XX.

Kondisi dial sudah terkena proses aging namun semua tulisan masih jelas terbaca. Bentuk casing jam ini sedikit lebih besar dari jam seiko biasa (sekitar 36-37mm) dan desainnya seperti casing Omega pada tahun yang sama.


Jumat, 21 Desember 2007

SEIKO Navigator Timer Cal.6117

Dalam posting sebelumnya saya menulis mengenai koleksi Seiko saya yaitu: SEIKO Worldtimer versi pertama dengan menggunakan automatic movement cal.6217. SEIKO Worldtimer kemudian berevolusi dengan mengeluarkan versi ke-2 yang mengambil desain yang berbeda sama sekali dengan versi pendahulunya dan menggunakan movement yang berbeda yaitu cal.6117. Sayang Seiko worldtimer generasi ke-2 saya belum mendapatkannya (sebentar lagi..).

Kemudian SEIKO mengeluarkan seri GMT yang lain, dan kali ini tanpa memiliki inner rotating bezel yang bertuliskan kota-kota di dunia. Inner bezel pada tipe GMT baru ini hanya bertuliskan angka-angka penunjuk GMT saja. SEIKO menemakan tipe ini sebagai SEIKO NAVIGATOR TIMER. Movement yang digunakan masih sama dengan versi terdahulunya yaitu cal.6117. Seiko dalam koleksi ini merupakan seri 6117-6410.
Jam SEIKO tipe ini memiliki jarum penunjuk GMT yang unik. Jarum berwarna orange ini tidak rata, namun pada ujungnya membengkok keatas. Desain ini dibuat agar jarum GMT tersebut tidak bergesekan dengan index baton penunjuk angka dan juga agar casing jam tetap bisa tipis. Untuk memutar inner bezel menggunakan crown yang terletak di angka 4. Apabila crown ditarik sekali maka posisi tanggal akan berubah (quick set date).
Ukuran jam ini cukup besar, dengan lebar (tidak termasuk crown) adalah 41mm dan panjang lug to lug adalah 45mm dengan ketebalan 12mm. SEIKO dengan fungsi GMT seperti ini menarik untuk dimiliki dan di pasaran semakin sulit untuk didapat.

Rabu, 31 Oktober 2007

SEIKO 1st World Time watch ca.1964

Saat banyak produsen jam mengeluarkan versi jam world time, SEIKO juga mengeluarkan tipe jam yang sama pada periode awal tahun 60-an. Saat itu Seiko World Time menggunakan movement automatic cal.6217 dengan 17 jewels dan 18,000 bph, movement dengan calibre ini hanya diproduksi sampai tahun 1968 saja. Pada tahun 1965 movement ini juga digunakan pada jam diver pertama Seiko yang saat ini sering disebut sebagai salah satu "The rarest diver watch".

Seiko world time ini menuliskan 30 nama kota di dunia di inner bezelnya dan pada bagian dalam terdapat penunjuk waktu 24 jam yang ditunjukkan dengan jarum berwarna hitam. Seiko mengeluarkan 2 jenis dial yaitu warna gelap (hitam atau abu-abu tua?) dan silver dengan kombinasi bezel putih. Setelah produksi cal.6217 dihentikan, Seiko world time menggunakan movement baru dengan cal.6117. Pada desain dial awalnya hanya perubahan kecil yang dilakukan. Misal, warna jarum GMT dirubah menjadi warna merah dan tulisan World time diletakkan di atas angka 6. Kalau pada generasi pertama, Tulisan World time diletakkan dibawah tulisan Seiko dan diatas angka 6 dituliskan Automatic Diashock 17 jewels. Gambar dibawah adalah Seiko World Time generasi ke-2.

Ukuran jam ini cukup besar, sekitar 38mm dengan peletakan crown di posisi angka 4. Untuk memutar inner bezel adalah dengan memutar crown bisa ke bawah dan keatas. Saat ini Seiko World Time generasi pertama ini termasuk jenis Seiko yang langka dan semakin banyak kolektor yang mencarinya.

Senin, 06 Agustus 2007

SEIKO Diver 6105

Saya adalah salah seorang penggemar jam Diver (selam) dari Seiko, sayangnya saya sulit untuk bisa menemukan jam-jam tipe ini di pasaran. Dulu saya pernah punya Seiko Diver vintage cal.7002 tapi kemudian hilang di Toilet umum! Dalam Forum Seiko di Timezone.com para Seiko fans memilih Seiko Diver sebagai favorit mereka. Seiko Diver tipe apa saja selalu menarik perhatian para pecinta Seiko.

Seiko dalam koleksi saya ini memiliki automatic movement cal.6105B dan merupakan generasi lebih tua dari cal.6309 dan 7002 yang masih bisa didapat di kios-kios jam vintage. Tipe 6105 ini dibuat pada tahun 1975 dan tahun produksi secara keseluruhan adalah tahun 1968 - 1977. Ada 2 tipe dengan cal.6105 yaitu model dengan tipe 800X dan 811X. Tipe Seiko dalam koleksi ini merupakan tipe 8110 yang memiliki asimetrycal design dimana bentuk casing sebelah kiri dan kanan berbeda. Sedangkan untuk tipe 800X menerapkan casing yang simetris. Ukuran casing juga berbeda, 811X memiliki casing 45mm sedangkan 800X hanya 41mm.

Diperkuat dengan movement automatic 17 jewels dengan 21,600 beat per hour (bph) jadi gerakan jarum detik sangat halus. Untuk tipe 811X memiliki bezel yang dapat diputar 2 arah dan berbunyi "klik" saat diputar sedangkan tipe yang lain hanya searah dan halus. Bila dikenakan ditangan, jam ini akan kelihatan besar sekali terutama kalau tangan anda kecil dan menarik perhatian orang.

Private Collection