Tampilkan postingan dengan label Sistem Bilangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Bilangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Sistem Bilangan (Number System)

“Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.”

Jenis – Jenis Bilangan :
1.  Bilangan Biner
2.  Bilangan Desimal
3.  Bilangan Oktal
4.  Bilangan Hexadesimal

Bilangan Biner
Bilangan yang hanya terdiri atas 2 (dua) kemungkinan (berbasis dua), yaitu 0 dan 1. Karena berbasis 2, maka pengkonversian ke dalam bentuk desimal adalah dengan mengalikan suku ke-N dengan 2N.

Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah jenis bilangan yang paling banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebanyakan orang sudah akrab dengannya. Bilangan yang terdiri atas 10 buah angka (berbasis 10), yaitu angka 0 – 9. Dengan basis sepuluh ini maka suatu angka dapat dijabarkan dengan perpangkatan sepuluh.
Contoh : Bilangan Desimal
12310 = (1 x 102) + (2 x 101) + (3 x 100) = 100 + 20 + 3

Bilangan Oktal
Bilangan dengan basis 8, artinya angka yang dipakai hanyalah 0 – 7. Sama halnya dengan jenis bilangan yang lain, suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam bentuk desimal dengan mengalikan suku ke-N dengan 8N.
Contoh : Bilangan Oktal
128 = (1 x 81) + (2 x 80) = 8 + 2 = 1010

Notasi Oktal
Setiap kombinasi 3 digit biner diberi sebuah simbol, seperti berikut :
0 = 000
1 = 001
2 = 010
3 = 011
4 = 100
5 = 101
6 = 110
7 = 111

Bilangan Hexadesimal
Merupakan bilangan yang berbasis 16. Dengan angka yang digunakan berupa :
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F
Dalam pemograman assembly, jenis bilangan ini paling banyak digunakan. Mudah mengkonversikan bilangan ini dengan bilangan yang lain, terutama dengan bilangan biner dan desimal. Karena berbasis 16, maka 1 angka pada hexadesimal akan menggunakan 4 bit.

Notasi Hexadesimal
Setiap kombinasi 4 digit biner diberi sebuah simbol, seperti berikut :
0000 = 0
0001 = 1
0010 = 2
0011 = 3
0100 = 4
0101 = 5
0110 = 6
0111 = 7
1000 = 8
1001 = 9
1010 = A
1011 = B
1100 = C
1101 = D
1110 = E
1111 = F

Konversi dari Sistem Bilangan Desimal
Contoh :
Konversi Ke Bilangan Biner
45 : 2 = 22 + sisa 1
22 : 2 = 11 + sisa 0
11 : 2 =  5 + sisa 1
5  : 2 =  2 + sisa 1
2  : 2 =  1 + sisa 0
Maka 4510 = 1011012

Konversi Ke Bilangan Oktal
385 : 8 = 48 + sisa 1
48  : 8 =  6 + sisa 0
Maka 38510 = 6018

Konversi Ke Bilangan Hexadesimal
1583 : 16 = 98 + sisa 15 = F
98   : 16 =  6 + sisa 2
Maka 158310 = 62F16

Konversi dari Sistem Bilangan Biner
Contoh :
Konversi Bilangan Biner ke Desimal
1011012 = (1 x 25)+(0 x 24)+(1 x 23)+(1 x 22)+(0 x 21)+(1 x 20)
        = 32 + 0 + 8 + 4 + 0 + 1
        = 4510

Konversi Bilangan Biner ke Oktal
10101002, dikonversikan dengan mengkonversikan tiap-tiap tiga buah digit biner, seperti berikut :
11  = 3
010 = 2
100 = 4
Maka 110101002 = 3248

Konversi Biner ke Hexadesimal
1101111000012, dikonversikan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner, seperti berikut :
1101 = D
1110 = E
0001 = 1
Maka 1101111000012 = DE116

Konversi dari Sistem Bilangan Oktal
Contoh :
Konversi ke Sistem Bilangan Desimal
3248 = (3 x 82) + (2 x 81) + (4 x 80)
     = (3 x 64) + (2 x 8) + (4 x 1)
     = 192 + 16 + 4
     = 21210

Konversi ke Sistem Bilangan Biner
65028 = 110 101 000 0102

Konversi ke Sistem Bilangan Hexadesimal
25378           = 010 101 011 1112 (Dikonversikan dulu ke Biner)
0101 0101 11112 = 55F16 (Lalu konversikan ke Hexadesimal)

Konversi dari Sistem Bilangan Hexadesimal
Contoh :
Konversi ke Sistem Bilangan Desimal
1A16 = (116 x 161) + (A16 x 160)
     = (110 x 161) + (1010 x 160)
     = 2610

Konversi ke Sistem Bilangan Biner
D416 = 1101 01002

Konversi ke Sistem Bilangan Oktal
D416        = 1101 01002 (Dikonversikan dulu ke Biner)
11 010 1002 = 3248