Rabu, 30 Juni 2010

STEINHART Nav B-hr 6497 Pilot 47mm

Sudah lama saya suka dengan desain jam-jam Pilot karena desainnya yang lugas (mudah dibaca) dan sederhana. Biasanya jam-jam untuk pilot ini berukuran besar. IWC adalah brand yang mulai mempopulerkan jenis jam ini dengan salah satu produk-nya yang melegenda yaitu Big Pilot. Desain Big pilot itu pula yang menginspirasi Steinhart, sebuah produsen jam dari Jerman, untuk membuat sebuah tipe jam pilot klasik yang diberi nama Nav B-Uhr 6497. Beberapa merek lain yang juga memproduksi jam-jam seperti ini adalah: Azimuth (dengan seri Bombardier), Laco, Archimede, dll. Steinhart sendiri adalah sebuah perusahaan jam kecil di Jerman yang sebagian produknya jam-jam dengan desain yang terkait dengan dunia penerbangan, marine dan jam profesional lain.

Kebetulan, saat mengunjungi Sales corner di sebuah forum jam di internet, saya melihat jam ini dijual oleh seseorang di Shanghai. Karena keinginan untuk memiliki sebuah jam pilot begitu kuat, akhirnya dengan bantuan seorang teman, akhirnya jam ini bisa dibeli.

Pertama kali saat melihat fisik Nav B-Uhr ini saya sempat kaget karena ukura 47mm ternyata besar sekali, karena memang sebelumnya saya belum pernah memiliki jam yang sebesar ini. Ternyata wujud asli jam ini lebih baik daripada saat saya lihat di foto. Yang sangat khas dari seri Nav B ini adalah bentuk crown yang besar dan berbentuk unik. Konon desain crown seperti ini bertujuan agar sang pilot yang mengenakan sarung tangan tebal dapat dengan mudah memutar crown jam, karena itu desain crown-nya pun besar. Desain crown-pun dibuat bergerigi agar mudah dalam memegang dan memutar crown.

Diameter casing 47mm (tidak termasuk crown) terbuat dari steel dengan finishing satin sehingga tidak mengkilat. Desain casing sangat sederhana, tanpa ada desain yang tidak perlu. Casing terdiri dari 3 layer: round bezel, casing utama dan tutup case back. Semuanya di finishing satin kecuali crown yang dibuat agak mengkilat. Desain dial menggunakan indeks arabic dan indeks menit berbentuk balok yang tebal. Jarum jam menggunakan model pedang yang terbuat dari blued steel. Dalam foto diatas terlihat jelas warna biru pada kedua jarum. Pada posisi angka 9 terdapat jarum detik yang berbentuk sama dengan jarum menit. Untuk semua indeks dan jarum diberi lapisan Superluminova white C1, sehingga berpendar terang di tempat gelap. Ketebalan jam 14,2mm dengan berat keseluruhan 123 gram.

Pada dial tertulis angka 6497 yang merupakan caliber movement jam ini yang menggunakan Unitas 6497 Manual winding. Movement seperti ini pula yang digunakan di banyak tipe jam Panerai, hanya bedanya Unitas 6497 pada Steinhart ini tidak menggunakan Swan neck regulator. Movement ini di finish dengan geneva stripes dan blued screws sehingga penampilan movement menjadi lebih menarik. Movement 6497 sendiri diakui sebagai salah satu manual movement yang handal, karena itu tidak heran movement jenis ini banyak dipakai di banyak merek jam.

Strap. Ini salah satu bagian yang sangat saya suka pada jam ini. Desain, pemilihan kulit dan kualitas buatannya sangat bagus. Stenhart menggunakan leaher strap dari Rios 1931 dengan model vintage. Warnanya yang coklat muda seperti warna kulit tanpa pewarna dengan stiching benang warna putih, membuat penampilan jam ini sangat kontras, dan menurut saya malah menjadi lebih menarik! Pada ujung strap dekat lugs dibuat 2 buah 'paku' yang merupakan ciri khas strap jam pilot. Jahitan dan finishing strap terlihat kokoh. Ukuran strap adalah 22mm.

Strap ini dijahit dengan teliti dan rapih. Untuk jam seharga tidak lebih dari US$500 (brand new), kualitas tali kulit seperti ini sangat bagus. Tang buckle terbuat dari baja juga dengan finishing satin. nya. Menurut saya, kualitas buatan jam ini secara keseluruhan baik dan apalagi bila dikaitkan dengan harga yang cukup murah. Dan bagi saya jam ini memiliki value for money yang bagus.

Jam ini cocok dipadu padankan dengan jeans dan kaos karena kalau dipakai dengan baju kerja tidak cocok. Casing ja tidak bisa masuk di pergelangan baju karena dimensinya yang besar. Mungkin kalau dilihat dari ukuran, jam ini akan terlihat seperti jam ABG ya. Tapi kalau dipakai jam ini sangat kental unsur klasiknya.

Sabtu, 26 Juni 2010

OMEGA Speedmaster Chocolate Dial

Pertama kali saat melihat Omega Speedmaster ini di katalog Omega, saya langsung jatuh cinta, terutama karena warnanya yang coklat! sangat unik untuk sebuah jam sport dengan desain klasik seperti ini. Saat mengunjungi sebuah butik Omega di Jakarta, saya lihat mereka masih menyimpan 1 buah Omega Speedy coklat seperti ini. Harganya setelah diskon sekitar 44 juta dengan bonus sebuah leather strap coklat yang sewarna dengan dialnya. Karena penasaran dengan Omega ini, saya kirim email ke Omega di Bienne untuk mengetahui alasan dibalik penggunaan warna coklat dalam prosuk Speedmaster terbaru mereka. Dan berikut adalah jawaban yang saya dapat:
"Effectively there is a so-called vintage “Chocolate Dial” version of the Speedmaster Professional Moon Watch. All those watches were originally produced with a black dial, but due to the even change of color from black to brown, they received this name. The change happened because of a lacquer treatment which did not protect the dial correctly against the ultraviolet rays; such watches were produced in the early 70ies."
"OMEGA reproduced this special timepiece with brown dial in a new original version since 2007, this Speedmaster Professional Moon Watch is still produce and available under reference 311.32.42.30.13.001 and 311.30.42.30.13.001"


Dalam informasi tersebut dikatakan bahwa salah satu periode produksi Speedmaster pada tahun 70-an ternyata menggunakan lapisan zat kimia yang salah sehingga warna dial yang seharusnya hitam tapi berubah menjadi coklat karena efek sinar matahari. Dan bagi saya pribadi warna ini menjadi lebih unik. Memang beberapa tipe speedmaster vintage yang dialnya sudah berubah coklat terjual dengan harga tinggi di pasaran lelang international. Kebetulan salah seorang rekan berniat menjual tipe ini dalam keadaan Like New in Box dan masih dalam masa garansi Omega. Nah karena untuk mendapatkan speedy coklat yang vintage akan sangat sulit dan mahal, maka memiliki tipe yang re-edition nya sudah cukup menghibur.

Speedy ini menggunakan manual chronograph movement Cal.1863 dengan power reserve selama 48 jam. Desain caseback dibuat transparan agar pemilik bisa mengagumi kecantikan movement omega ini. Omega ini saya dapatkan dengan menggunakan shark skin strap yang saya yakin bukan bawaan jam ini. Mungkin karena pemilik sebelumnya tidak suka dengan kulit calf bawaan maka diganti dengan tipe kulit seperti ini.

Karena saya penggemar Speedmaster dengan menggunakan rantai, maka saya pasangkan Speedy coklat ini dengan rantai Speedy dalam keadaan New Old Stock. Rantai NOS ini saya dapatkan juga dari rekan sesama pehobi yang kebetulan masih memiliki 1 sisa rantai dalam kondisi NOS. Saat dipasangkan degan rantai penampilan menjadi lebih klasik dan nyaman saat dikenakan, karena rantai speedy ini cukup lentur dan ringan.

Model claps rantai Omega dengan desain rantai untuk Speedy moonwatch vintage.

Setelah dipasangkan dengan rantai, sudah saatnya 'foto keluarga' dengan Speedy Moonwatch Cal.861 yang sebelumnya ada dalam koleksi saya. Penampilan persis sama walaupun masa produksinya terpaut 30 tahun lebih. Yang membedakan hanya warna dan material kaca-nya saja.


Jumat, 25 Juni 2010

Perbedaan Rolex Datejust 160X dan 1601X

ROLEX Datejust adalah tipe Rolex yang paling banyak dijumpai dan mudah dikenali karena desainnya yang klasik dan tidak banyak berubah sejak tahun 50-an sampai sekarang. Kalau bicara Rolex vintage, jenis Rolex Datejust yang paling banyak dibicarakan, ditanyakan dan diperjual-belikan adalah tipe 160X dan 1601X. Dan saya seringkali mendapat pertanyaan bagaimana membedakan ciri-ciri dari kedua jenis Rolex ini. Dalam posting kali ini, saya akan coba jelaskan secara singkat perbedaan prinsip antara beberapa jenis Rolex datejust tersebut dan varian-varian yang ada.
Datejust 1601 Steel.
Ref.1601 menunjukkan bahwa Rolex ini masih menggunakan automatic movement yang belum menggunakan feature quick set date. Movement yang digunakan ada yang sudah memiliki hacking mechanism (jarum detik berhenti saat crown ditarik) maupun yang belum. Biasanya movement yang banyak digunakan adalah Cal.1560 dan 1570 (generasi lebih baru).

Ciri yang paling mudah dikenali dari Rolex ref.1601 adalah desain dial yang pada pinggirnya dibuat lebih rendah (seperti selokan). Karena bentuk ini menyerupai 'piring', maka banyak orang yang menyebutnya sebagai 'pie pan dial'. Bagi para penggemar 1601, desain dial seperti membuat tampilan Rolex lebih 'berkarakter' dan juga 'seksi'. Ref.1601 selalu memiliki bezel bergerigi yang terbuat dari emas dan rolex jenis ini memiliki 2 varian yaitu material steel dan Yellow Gold (Kombinasi) dan steel dengan bezel terbuat dari White gold. Gambar di bawah adalah contoh Rolex ref.1601 dengan bezel terbuat dari White gold dan rantai jubille terbuat dari steel. Silahkan klik gambar untuk pembesaran gambar.


Datejust 16014 Steel
Ref.16014 (5 digit) menunjukkan bahwa tipe Datejust ini sudah menggunakan movement yang berbeda dan sudah menggunakan feature quick set date. Rolex Datejust dengan nomor referensi 5 digit diproduksi mulai pertengahan tahun 70-an. Perbedaan terlihat dari desain dial yang rata di semua permukaan, sehingga tidak se'seksi' saudara tuanya 1601. Bezel (yang bergerigi) juga terbuat dari White Gold. Baik ref 16014 maupun 1601 masih sama-sama menggunakan mika untuk kaca-nya dan Rantai model Jubille (mayoritas).

Datejust Ref.1603 All Steel
Bagi orang yang kurang menyukai bezel bergerigi, Rolex juga menyediakan ref.1603 yang memiliki bezel tidak bergerigi halus dan terbuat dari steel. Karena ref.1603 masih 4 digit maka desain dial sama dengan 1601, yaitu pie-pan. Rolex jenis ini semuanya terbuat dari steel. jadi kalau anda ditawari Rolex 1603 tapi geriginya berwarna kuning, itu ada 2 kemungkinan: tutup belakang tertukar dengan ref.1603, atau bezel yang steel ditukar dengan bezel kuning mirip 1601. Karena memang desain bezel ini dapat diipertukarkan.


Datejust Ref.1601, Kombinasi Steel dan YG
Varian lain dari 1601 adalah kombinasi, yaitu penggunaan material emas (biasanya 14K) dan steel. Ciri paling mudah adalah dengan melihat rantai jubille-nya. Bagian tengah rantai terbuat dari emas dan selebihnya steel. Material emas disini adalah lempengan yang kemudian ditekuk dan bukan solid.

Gambar dibawah adalah contoh varian dari Rolex 1601 Datejust kombinasi. Varian untuk indeks ada banyak macam. Dari desain balok kuning seperti dibawah atau dengan variasi garis hitam. Warna jarum biasanya juga berwarna kuning karena untuk menyelaraskan dengan warna bezel yang terbuat dari emas. Crown juga harus terbuat dari emas.

Datejust 16013, Kombinasi Steel dan Yellow Gold
Dan gambar dibawah ini adalah contoh varian dari versi generasi selanjutnya dari 1601. Rolex mulai membuat pembedaan nomor reference untuk bezel yang menggunakan material White gold (ref.16014) dan yellow gold (16013). Khusus untuk tipe 16013 sudah ada yang menggunakan material 18K YG.
Dari 2 jenis Rolex kombinasi (1601 dan 16013) ini dapat dilihat perbedaannya dalam gambar di bawah. Semoga informasi ini dapat sedikit membantu anda dalam mengidentifikasi sebuah Rolex Datejust.


OMEGA Speedmaster "The Legend" Ltd Edition

Sebagai salah satu Brand Ambassador Omega (sekarang sudah tidak lagi), Michael Schumacher termasuk tokoh yang paling sering dibuatkan seri khusus untuk menghormati pencapaiannya dalam dunia balap Formula 1. Salah satunya adalah Tipe Speedmaster "The Legend" ini yang diproduksi pada tahun 2003 dan hanya dibuat sebanyak 6000 buah saja. Angka 6000 adalah menunjukkan 6 kali Schumy menduduki juara dunia. Seri "The Legend" berikutnya juga dibuat untuk memperingati 7 kali Schumy menduduki juara dunia. Hanya saja seri "The Legend" terbaru tidak dibuat secara terbatas.

Desain Speedy The Legend ini menyerupai desain Rolex Daytona Paul Newman, karena pemilihan warnanya yang merupakan perpaduan antara cream, hitam dan merah (untuk pinggir dial). Desain keseluruhan tidak berbeda jauh dengan desain Broad Arrow Automatic. Diameter jam 42mm dengan ketebalan 14,5mm adalah dimensi umum untuk seri Speedmaster.

Pada Case back tertulis "Michael Schumacher The Legend" dan Sixth Title Limited Edition". Speedy ini menggunakan automatic chronograph movement dengan sistem column wheel yang merupakan salah satu movement high end chronograph Omega. Movement ini adalah Cal.3301 dengan 33 jewels yang sudah diuji sertifikasi chronometer.