Senin, 07 Mei 2012

Sehat Bermasyarakat Cerdas Berinternet

Pendapat yang paling klise, yang bertahan selama (mungkin) ribuan tahun. Semua orang tua pasti menginginkan anak-nya menjadi orang yang dapat di banggakan oleh orang tua-nya. Semua orang tua pasti akan memproteksi anak-nya dari hal-hal yang dianggap tidak baik bagi si anak. Tidak dapat di sangkal bahwa premis tersebut menjadi dasar banyak orang tua untuk membangun keluarga, anak bahkan usaha membangun masyarakat yang sehat agar generasi mendatang dapat menjadi lebih baik lagi.

Teknologi terus berkembang, terutama teknologi informasi, menelorkan berbagai modus baru dalam penyampaian informasi dan pengetahuan. Salah satu yang paling santer hari ini adalah Internet. Teknologi berbasis komputer ini menjadikan informasi dan pengetahuan cepat mencapai penggunanya di seluruh dunia.

Karena Internet merupakan media bebas, informasi dan pengetahuan yang ada sangat beragam. Termasuk di dalamnya informasi yang mengandung, pornografi, kekerasan, judi, penipuan (phising), adware, alkohol, drug, dating, senjata / weapon, SARA dll, lengkap dan sangat mudah untuk di temukan. Tidak tanggung-tanggung, ada lebih dari empat (4) juta situs yang membawa berbagai informasi tidak baik ini di Internet, seperti dilaporkan oleh OpenDNS (http://www.opendns.com). Daftar lengkap berbagai situs tersebut bisa di ambil gratis di
http://www.pinux.org/pinux-porn-list.zip (Buatan Pointer Multimedia Bandung)
http://squidguard.mesd.k12.or.us/blacklists.tgz, http://cri.univ-tlse1.fr/documentations/cache/squidguard_en.html#contrib
 http://www.shallalist.de/Downloads/shallalist.tar.gz (1.5 juta situs & untuk non-komersial free)
http://urlblacklist.com/?sec=download (2 juta situs) 

Orang tua yang normal, yang menginginkan anak-nya maupun anak muda Indonesia untuk maju pasti akan berusaha memberikan akses ke media informasi & pengetahuan Internet agar dapat berselancar dengan sehat dan cerdas. Mau tidak mau proteksi harus di tambahkan agar proses selancar tersebut dapat dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan.

Saya pribadi masih berpendapat bahwa teknik blok yang paling baik, paling ampuh dan paling murah adalah  menggunakan mekanisme blok yang diberikan oleh Pencipta Manusia. Semua teknik blok lainnya, dibuat oleh manusia. Tidak ada jaminan dapat melakukan tugasnya dengan baik 100%. Ada banyak cara untuk mem- bypass proses blok buatan manusia.

Walaupun di laptop saya sendiri menggunakan Sistem Operasi Ubuntu Muslim Edition yang di tambahkan addons procon latte dan Glubble Family Edition di browser firefox sehingga sangat ampuh untuk memblokir berbagai situs dan informasi yang tidak baik. Bukan untuk apa-apa, sering kali tidak sengaja ter-klik hal yang tidak baik tersebut pada saat browsing di Internet dan menyebabkan muncul pop-up yang menyebalkan. Dengan menggunakan Ubuntu Muslim Edition, bekerja dan berselancar menjadi lebih bersih dan nikmat.

Pada dasarnya ada beberapa teknik proteksi yang dapat digunakan dan semuanya gratisnya, seperti,

Menggunakan Sistem Operasi yang Sehat, contoh, Ubuntu Muslim Edition.
Menggunakan Tampilan Desktop untuk Anak.
Menggunakan Software Parental Control
Menggunakan mekanisme blok dan Parental Control pada browser, Internet Explorer maupun Firefox.
Menggunakan Anti Virus, Anti Trojan, dan Anti Adware.

Semua di terangkan dengan gamblang di situs http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Memblok_Situs_Tidak_Baik.

Salah satu sifat jelek dari situs-situs tidak baik adalah selain membuat ahlak menjadi turun, juga membuat masalah dari sisi teknis, seperti,

Menyita banyak bandwidth.
Menginfeksi & menyebarkan virus, trojan dan adware ke komputer kita.

Bagaimana dengan WARNET? Kantor? Sekolah? dan Kampus? Salah satu concern dari rekan-rekan penyelenggara Internet di tingkat institusi seperti WARNET, Sekolah dan KAMPUS terutama adalah bandwidth. Terutama WARNET, Kantor, dan Kampus, umumnya digunakan oleh orang yang sudah dewasa, ahlak bukan sesuatu yang harus di dikte dan di proteksi. Bandwidth lebih merupakan concern pertama-nya, supaya infrastruktur yang terbatas dapat di maksimalkan untuk kegiatan yang baik.

Para administartor WARNET, Kantor dan Kampus, mempunyai cukup banyak solusi untuk melakukan proteksi jaringannya melalui,

Teknik Blok Proxy Server
Teknik Content Filtering
Teknik Blok melalui OpenDNS.
Menggunakan Software Appliance untuk Router.

Detail teknik yang digunakan dapat di baca dengan mudah di situs 
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Memblok_Situs_Tidak_Baik.

Tidak heran, jika banyak pengguna maupun administrator jaringan terutama di kantor dan kampus  yang melalukan proses bloking dan proteksi dilakukan secara sadar dan mandiri / sendiri. Tidak terjadi perdebatan panjang dan complain karena memang konsensus / kesepakatan / hukum tidak tertulis yang di berlakukan.

Pada tanggal 25 Maret 2008, di undangkan UU ITE, yang sebenarnya sebagian besar lebih di arahkan untuk masakah transaksi elektronik (misalnya, perbankan), ternyata ada pasal / ayat yang berkaitkan dengan masalah ahlak, seperti, pornografi, penipuan, fitnah dsb.  Berbagai komentar-pun bermunculan karena UU ITE ini belum matang, masih banyak kekurangan yang ada di UU ITE tersebut baik untuk transaksi elektronik maupun urusan lainnya. Beberapa komentar yang ada dapat di baca di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/25_Maret_2008_UU_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik_%28ITE%29_di_Undangkan_DPR_RI.

Yang cukup nekad adalah keputusan yang di ambil MENKOMINFO, pada tanggal 2 April 2008, MENKOMINFO mengeluarkan surat Nomor: 84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008 Perihal: Pemblokiran Situs dan Blog Yang Memuat Film Fitna. Praktis, tidak lama sesudah itu akses ke situs YouTube, Multiply, RapidShare, dan beberapa situs Blog tidak lagi bisa di akses melalui Internet Indonesia. Sayang sekali, implementasi di lapangan tidak terlalu cerdas dan mem-blok Situs, bukan memblok URL / link menuju content yang mengandung film Fitna saja.

Situs YouTube, Multiply dan RapidShare dll, selain memuat film Fitna juga memuat banyak sekali bahan multimedia yang bersifat informasi dan pengetahuan. Bisa di bayang banyaknya hujatan dan makian yang di arahkan kepada MENKOMINFO maupun jajarannya akan ketidak cerdasan pemerintah. Ibarat ingin menangkap tikus, lumbung padi yang di bakar.

Sebetulnya, selama penentuan baik dan buruk dilakukan secara internal melalui hukum tidak tertulis dan konsensus oleh pengguna dan komunitas, sebetulnya tidak terlalu banyak masalah. Mekanisme self-censored dan Nettiquete adalah hal yang normal di masyarakat pengguna Internet.

Pemerintah harus sangat berhati-hati dalam memainkan peranan “Tuhan”, menentukan mana yang baik dan mana yang jelek. Apalagi menggunakan hukum tertulis yang sifatnya sangat top-down, tanpa kesepakatan dan konsensus dengan pengguna dan komunitas Internet. Yang ditakutkan adalah pemerintah menjadi badan yang melebihi “Tuhan” yang bukan mustahil mendekatkan pada karakter “Firaun”. Karakter “Firaun” akan cenderung untuk menentukan yang baik dan buruk sesuai selera Karakter “Firaun” tersebut, yang cenderung pada akhirnya men-zolim-i rakyat. Terbukti dengan kesalahan fatal dalam pemblokiran situs bukan URL menyebabkan banyak rakyat penggunakan Internet di zolim-i.

Pemerintah membutuhkan rakyat, tapi tidak sebaliknya. Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan yang tidak populis yang menjatuhkan kredibilitas pemerintah dan aparat. Ingat PEMILU sudah dekat, pemerintah membutuhkan dukungan rakyat untuk meneruskan misi-nya.

Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang bodoh. Bangsa Indonesia, terutama pengguna Internet Indonesia, umumnya orang terdidik dan terpelajar – mereka umumnya dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jelek bahkan sangat mungkin melakukan sensor sendiri menurut kriteria dan selera masing-masing.

Rakyat Indonesia ingin maju, ingin sejahtera, ingin pandai dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Rakyat lebih banyak membutuhkan pencerahan dan pemberdayaan supaya menjadi masyarakat yang sehat, sejahtera dan cerdas dalam ber-Internet. Internet merupakan salah satu sarana yang memungkinkan ini semua terjadi.

Self-sensor oleh masyarakat / komunitas merupakan solusi. Tapi sangat di sayangkan jika pemasungan sarana untuk maju dan berkembang ini justru yang di contohkan oleh pemerintah.

Filosofy Open Source

Kebebasan & Kemerdekaan merupakan impian banyak orang di dunia. Hal ini juga terjadi di dunia komputer, di tahun 1960-an pada masa awal berkembangkan komputer menggunakan mini komputer seperti PDP-11, para pemrogram masih relatif mudah melihat source code dari software yang digunakan. 

Sayangnya dunia kapitalis yang sangat komersial cenderung untuk memproteksi source code dan memaksimalkan keuntungan dari penggunaan software yang di kembangkan. Contoh yang paling extrim yang kita lihat hari ini adalah Microsoft. Dan kenyataan yang sangat menyakitkan adalah bangsa Indonesia harus membayar US$30 juta ke Microsoft untuk membayar lisensinya.

Bayangkan bangsa Indonesia yang miskin ternyata harus mensubsidi kekayaan Bill Gates yang jelas-jelas manusia terkaya di Dunia. Padahal uang yang sama akan jauh lebih bermanfaat jika dapat kita gunakan untuk pendidikan anak bangsa ini. Sedih-nya lagi, jika anda membajak produk Microsoft, penjara, sweeping, pengadilan, denda belum lagi penyitaan komputer oleh aparat sudah menjadi konsekuensi yang harus di tanggung. Banyak kisah horor yang telah terjadi di WARNET-WARNET, di perkantoran sejak tahun 2005 karena tindakan aparat dalam memberantas pembajakan Microsoft. 

Tentunya kita hidup di dunia bukannya tidak ada pilihan. Perlawanan terhadap software proprietary seperti Microsoft telah berlangsung lama. Salah satu perlawanan awal yang dilakukan adalah GNU Operating System yang di umumkan pertama kali pada tanggal 27 September 1983 di newgroup pada forum net.unix-wizards oleh Richard Stallman. Pengembangan GNU Software mulai dilakukan pada 
tanggal 5 January 1984, Richard Stallman melakukan tindakan extrim dengan cara keluar dari pekerjaannya di Massachusetts Institute of Technology (MIT). 

Objektif GNU adalah membuat software dan sistem operasi yang bebas, Richard Stallman menginginkan agar pengguna komputer bebas, bebas mempelajri source code dari software yang mereka gunakan, bebas bertukar software dengan orang lain, bebas mengubah perilaku software, bebas mempublikasi modifikasi softwarenya. Philosohy ini di publikasi sebagai GNU Manifesto bulan Maret 1985. 

Di tahun 1985 itu juga Richard Stallman membentuk Free Software Foundation untuk mendukung pergerakannya. Philosophy dari pergerakan adalah untuk memberikan kebebasan bagi pengguna komputer dengan cara mengganti proprietary software seperti Microsoft dengan free software, dan pada pada akhirnya membebaskan semua yang ada di "cyberspace". 

Pada saat ini ada dua (2) tokoh utama dalam pergerakan software bebas, yaitu, Richard Stallman dan Linux Torvalds. Kedua-nya mempunyai perbedaan philosophy yang sangat tajam. Hal ini menyebabkan banyak berita dramatis antara mereka berdua. Walaupun demikian, hal ini tidak menghalangi Richard Stallman menggunakan Linus Torvalds Kernel juga sebaliknya Linus Torvalds menggunakan Richard Stallman GNU General Public License (GPL). 

Komentar Richard Stallman yang cukup extrim tentang Linus adalah "Memberikan Linus Torvalds award ke Free Software Foundation adalah seperti memberikan Hans Solo award ke Rebel Fleet.” Richard menganalogikan ke film StarWar.

Yang menarik dari Linus Torvalds adalah adanya Hukum Linus. Menurut Eric S. Raymond, salah seorang hacker nomor satu di dunia, hukum Linus berbunyi, "given enough eyeballs, all bugs are shallow". Atau dalam bahasa yang lebih formal "Given a large enough beta-tester and co-developer base, almost every problem will be characterized quickly and the fix will be obvious to someone." Hukum tersebut di formulasikan oleh Eric S. Raymond dalam tulisannya "The Cathedral and the Bazaar". 

Bagi anda yang tertarik untuk melirik lebih dalam lagi akan kisah perjuangan Free Open Source Software ada baiknya melihat film Revolution OS http://www.revolution-os.com. Revolution OS menceritakan cerita para hacker yang berjuang melawan software proprietary seperti Microsoft dengan mengembangkan GNU/Linux dan gerakan Open Source. 

Dalam film tersebut tercatat bahwa pada tanggal 1 Juni 2001, CEO Microsoft Steve Ballmer berkata, "Linux adalah kanker yang menempel pada hak atas kekayaan intelektual dari semua semua yang di sentuhnya" . Revolution OS menampilkan interview dengan Linus Torvalds, Richard Stallman, Bruce Perens, Eric Raymond, Brian Behlendorf, Michael Tiemann, Larry Augustin, Frank Hecker, dan Rob Malda. 

Kisah yang menarik di sampaikan oleh Eric S. Raymond. Suatu hari saya berpapasan dengan dia (Craig Mundie dari Microsoft) di elevator. Saya lihat badge-nya dan berkata, "ah, anda bekerja di Microsoft". Craig melirik kepada saya dan berkata, "Oh ya, dan apa yang anda lakukan?" Hmm saya lihat itu seperti melecehkan, seseorang dengan jas memandang rendah pada seorang hacker urkan. Oleh karenanya saya memandang tajam ke Craig dan berkata, "I am your worst nightmare!" 

Tentunya Indonesia tidak ketinggalan di bandingkan dengan mereka yang ada di luar negeri 
banyak yang dilakukan oleh bangsa ini di bidang Open Source Software. Kisah-kisah perjuangan Open Source Indonesia banyak tercatat dalam Sejarah Perjuangan Internet Indonesia yang dapat anda baca-baca di situs SpeedyWiki maupun WikiDetikINET, pada alamat http://opensource.telkomspeedy.com/wiki maupun http://wiki.detikinet.com.

Beberapa hal besar yang perlu di catat adalah,
  1. Pemerintah telah mencanagkan gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) . Terutama di motori oleh rekan-rekan di MENRISTEK. Bahkan Pak Kusmayanto Kadiman dengan sepenuh hati akan menegur staff-nya di lingkungan RISTEK yang tidak menggunakan Open Source.
  2. Di sisi komunitas bermunculan banyak pengguna Linux, seperti, Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI), KLAS, Kelompok Linux Cewek (Kluwek), YPLI, dan terakhir yang baru terbentuk adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI).
  3. Aktifitas komunitas IT lebih banyak berpusat di berbagai di mailing list maupun forum diskusi, seperti, tanya-jawab@linux.or.id , asosiasi-warnet@yahoogroups.com maupun di http://opensource.telkomspeedy.com/forum/
  4. Sangat banyak sekali Web para aktifis Open Source Indonesia, seperti http://kambing.ui.edu, http://www.ubuntu-id.org, http://www.postfix.or.id maupun yang sifatnya lebih umum seperti http://opensource.telkomspeedy.com/, http://www.linux.or.id 
  5. Ada beberapa majalah Linux, salah satu yang cukup besar adalah Majalah InfoLinux http://www.infolinux.web.id .
  6. Salah satu kegiatan yang paling keren adalah memecahkan empat (4) rekor MURI pada tanggal 2 Agustus 2008 yang baru lalu. Mengerahkan sekitar 300-an siswa sekolah, dan satu orang siswa SMP kita berhasil menginstalasi secara masal Linux BlankOn di 288 laptop dan terakhir membuat 1500+ halaman Blog di BlogDetik.com dalam waktu 2 jam-an saja. Detail beritanya dapat di baca di detik.com maupun di Situs Sejarah Perjuangan Internet Indonesia.

Semoga kita dapat merdeka dari penjajahan kapitalis, seperti Microsoft.

Content Lokal dan Dunia Usaha Berbasis Masyarakat

Berbeda dengan bayangan pemerintah dan mungkin media. Internet Indonesia banyak di dorong oleh dunia usaha dan content lokal berbasis masyarakat. Ini karena murahnya akses RT/RW-net dan broadband unlimited yang tidak sampai Rp. 200.000 / bulan, bahkan akses di bawah Rp. 5000 / hari melalui Selular!  Statistik di Bekas.com menunjukan, akses WARNET tinggal 21%, sebagian besar (42%) dari rumah (termasuk handphone), 33% Kantor, dan 4% HotSpot.

Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui bahwa 40-60% trafik Internet di dominasi oleh Facebook! Memang bandwidth Youtube mendominasi terutama di Speedy, tapi di selular dan lainnya hampir semua di dominasi Facebook.

Willy Sutrisno yang bekerja di perusahaan yang dapat memonitor traffic internet Indonesia dan bertanggung jawab atas peering peering dengan content/provider international. Dan Facebook merupakan salah satunya. Ternyata traffik FB di link international perusahaannya sudah mencapai 10% dari seluruh traffic internasional. Mengingat perusahaan Pak Willy adalah upstream lebih dari 50 ISP di Indonesia, maka data nya tampaknya cukup valid. 

Data Checkfacebook.com menunjukan Indonesia rangking ke 7 di dunia dengan 12 juta pengguna. Bahkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak menambah pengguna Facebook di dunia dengan lebih dari 700.000 pengguna / minggu! Hal ini di konfirmasi Alexa (www.alexa.com) yang merangking Facebook sebagai situs nomor satu (1) di Indonesia. Tidak heran, Gramedia banyak menayangkan buku kiat berkiprah di Facebook. 

Jika kita tela'ah statistik Alexa, setelah Facebook, maka Blogger.com, Wordpress.com dan Kaskus.us merupakan situs yang banyak di akses Indonesia. Ini menjadi menarik karena semua situs tersebut termasuk Facebook hanya wadah saja, semua isi / content situs di generate  oleh pengguna Internet bukan pengelola situs. Bahkan Kaskus.us hanya forum diskusi elektronik. Baru sesudah Kaskus.us, bermunculan situs seperti detik.com, kompas.com, okezone.com dll di Alexa.

Istilah keren-nya “user generated content” ternyata menarik / marak. Pengguna Indonesia tampaknya suka pada berita / content dari pengguna lain, bukan content yang “resmi” dan profesional. Hal ini secara tidak langsung menjadi “ancaman” bagi situs berita, content provider. Juga ancaman bagi berbagai inisiatif “top down” untuk membuat content lokal yang banyak menjadi proyek di APBN. Merangkul komunitas sebagai bagian dari produsen informasi menjadi sangat penting dan strategis.

Yang tidak kalah menarik, situs jejaring sosial / forum maupun blog ternyata tidak hanya digunakan untuk sharing pengetahuan dan silaturahmi.  Mengais rejeki di Internet menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari komunitas informasi. Situs Facebook, Kaskus.us, Bekas.com menjadi alternatif wadah  mengais rejeki di Internet. Caranyapun mudah dan gratis, kita dapat aktif berdiskusi dan menawarkan solusi, menempelkan produk pada dinding atau catatan di Facebook, atau dengan sedikit uang memuat iklan baris di situs seperti Bekas.com.

Dengan 12 juta pengguna Facebook Indonesia, transaksi di Facebook menguntungkan.  Nama Facebook yang digunakan explisit memperlihatkan usahanya, seperti, Tripti Batik, the Boutique, teabag butik, Karina Jualan Sepatu, Jual Mobil Bekas, Jual-beli Sepeda,  House of Nayza - Butik Kaos Muslimah, Butik Anakku, Sepatu Lukis, sepedaku.com. Adanya group dan fans profile Facebook seperti, motifbatik (1 juta fans), Aku Cinta Batik Indonesia (40.000 fans), Fotografer.net (17.000 fans) menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi komunitas.

Penghasilan Internet sebagai tambahan sangat lumayan. Yurista Murtisari, ibu rumah tangga, di Pekalongan aktif di Facebook usaha kaos muslim online modal awal Rp. 300 ribu, omset Rp. 8 juta dalam waktu empat bulan. Biaya akses Internet tertutup, putra putri tetap terawasi tanpa perlu lelah kerja di kantor. Keuntungan Rp. 1-2 juta / bulan sangat mungkin. Trend ini menjadi solusi para ibu untuk berusaha dirumah, salah satu komunitas besar adalah http://komunitas.bundainbiz.com di motori Ibu Nadia, Ibu Sotya, Ibu Sharah, Ibu Riana dan Ibu Mia.

Selain Facebook, Kaskus.us Forum Jual Beli merupakan salah satu situs perdagangan Indonesia yang paling menarik. Ada sepuluh (10) barang yang paling diperdagangkan di Kaskus.us, yaitu, Action Figures, Blackberry Onyx, Sony PSP Go, Sony Digital Camera, iPod Touch, HTC PDA Phone, Acer Notebook, Canon DSLR Camera, Motor Ninja dan Kaos Distro. Cara jual sangat sederhana, penjual posting di Forum beserta gambar dan harga. Pembeli dapat menawar di Forum. Transfer uang melalui Bank sebelum barang dikirim. Andrew Darwis salah seorang pendiri Kaskus.us menceritakan edaran uang di Kaskus lumayan, seorang penjual kamera digital dapat memutarkan Rp. 100 juta / minggu tanpa stok barang! Barang di ambil dari distributor saat ada pemesanan.

Memang tidak semua usaha di Internet berahlak, lumayan banyak usaha yang tidak berahlak seperti foto bugil, situs porno dsb. Untungnya, usaha demikian sulit untuk menembus Facebook, Kaskus.us dll karena mekanisme moderasi dan filtering yang lumayan ketat. Pelaporan ke administrator Facebook, maka menjamin halaman esek-esek di tutup. Dalam bertransaksi di Internet jangan pernah menipu. Cerita mulut ke mulut akan dahsyat efeknya dan mematikan.  Di samping adanya UU ITE yang menambahkan payung hukum untuk transaksi di Internet.

Minggu, 06 Mei 2012

Membangun Knowledge Management di Kantor / IntraNet

Salah satu hal yang paling sukar dalam mengelola operasi sebuah institusi / kantor adalah mengelola pengetahuan yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi kantor tersebut agar tetap kompetitif. Objektif dalam membangun knowledge management (KM) berbeda sama sekali dengan membangun Sistem Informasi Manajemen (SIM).

Sistem Informasi Manajemen (SIM) lebih ditujukan untuk membuat operasi perusahaan menjadi lebih effisien dan transparan termasuk memudahkan proses audit. Software open source yang dapat digunakan untuk SIM jenis ini yang termasuk baik adalah Compiere yang dapat di ambil di www.sourceforge.net secara gratis. Compiere berbasis Java dan beroperasi menggunakan database Oracle. Oracle untuk sekala kecil dapat pula di ambil gratis di situs oracle.com.

Salah seorang ahli Compiere di Indonesia adalah kelompok Java User Group yang di pimpin oleh Frans Thamura yang dapat di monitor diskusinya di jug-indonesia@yahoogroups.com.

Berbeda dengan SIM yang lebih mengarahkan pada effisiensi, pembangunan KM lebih di arahkan agar pengetahuan yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat di kelola dengan baik agar personil di perusahaan tetap kompetitif dan dapat mendukung perusahaan tersebut agar tetap dapat berkompetisi dalam melayani pelanggan / customer anda.

Bayangkan sebuah skenario yang sering terjadi, umumnya pengetahuan / keahlian / skill yang dibutuhkan dalam perusahaan berada pada para teknisi atau engineer yang melakukan pekerjaan sehari-hari melayani pelanggannya. Proses update pengetahuan dari teknisi baru sering kali dilakukan melalui berbagai proses training, workshop dll. Yang menjadi masalah, semua pengetahuan dan pengalaman yang ada akhir tetap terpendam bersama si teknisi atau engineer tersebut. Pengetahuan jenis ini adalah pengetahuan jenis tacit knowledge yang ada di dalam otak si teknisi / engineer.

Tentunya akan lebih mudah jika semua pengetahuan yang ada di kepala teknisi / engineer tersebut telah tertulis dalam bentuk manual atau howto. Yang perlu dilakukan adalah menyusun manual atau howto menurut kategori yang dapat kita tentukan. Kategori-kategori tersebut biasanya dapat di ketahui / di pelajari melalui ilmu kepustakaan.

Software yang dapat membantu proses manajemen dokumen yang mengarah kepada knowledge management dapat di ambil dari www.sourceforge.net secara gratis. Beberapa software management dokumen & manajemen pengetahuan tersebut adalah knowledgeTree, Owl dan greenstone. Diantara tiga-nya yang paling kompleks barangkali greenstone yang merupakan software digital library. Sementara yang saya lihat lumayan bagus atau relatif sederhana adalah knowledgeTree.

Software knowledge management ini umumnya dapat di akses menggunakan Web. Sementara KnowledgeTree hanya membutuhkan sebuah Web server biasa yang dilengkapi kemampuan PHP dan database server di belakangnya. Kita biasanya menggunakan database server MySQL. Semua hal tersebut dapat di peroleh juga anda menginstalasi Linux sebagai sistem operasi server anda.

Yang menjadi masalah besar adalah menangkap tacit knowledge yang ada di kepala para teknisi maupun engineer atau para pakar yang bekerja di perusahaan / corporate. Biasanya para teknisi atau engineer tersebut sudah sangat sibuk untuk dapat meluangkan waktunya menulis buku mengenai teknik-teknik yang dia kuasai. Teknik transfer pengetahuan tacit yang paling sederhana adalah menggunakan cara “ngobrol” atau diskusi. Masalahnya jika “ngobrol” tersebut di lakukan secara konvensional di kantin atau di ruang rapat, kemungkinan ilmu yang di obrolkan akan hilang begitu saja dan kita harus sering mengadakan forum-forum ngobrol ini.

Cara yang paling sederhana untuk mengatasi masalah hilangnya pengetahuan hasil ngobrol tersebut adalah memberikan sebuah forum diskusi yang terasip yang dapat diakses di kemudian hari. Contoh forum diskusi online yang paling sederhana adalah mailing list, bagi anda yang kesulitan untuk membangun sendiri server mailing list tentunya dapat saja menggunakan jasa gratisan dari http://groups.yahoo.com. 

Bagi anda yang rela untuk bersusah payah sedikit sebenarnya membuat mailing list server tidak terlalu sukar. Software mailing list yang bagus dan biasanya ada di distribusi Linux Fedora Core 5 adalah mailman. Dengan menggunakan mailman, maka mail server yang kita gunakan dapat dengan mudah mengakomodasi jasa mailing list dan mengarsip semua diskusinya untuk kemudian hari digunakan dalam proses analisa dan sintesa yang diperlukan untuk menulis pengetahuan menjadi sebuah dokumen manual atau howto.

Mailman digunakan pada awal operasional mailing list server groups.or.id. Saat ini mailing list server groups.or.id mengunakan software ezmlm yang lebih baik lagi tapi lebih kompleks cara instalasinya.

Mudah-mudahan dengan sedikit pengetahuan ini kita dapat mengarahkan dengan baik pembangunan infrastruktur manajemen pengetahuan yang ada di corporate supaya tetap dapat menjaga tingkat kompetitif corporate tersebut.