Minggu, 01 Februari 2009

ROLEX 1601 unique color dial

Rolex produksi kwartal ke-IV tahun 1970 ini memiliki warna dial yang unik yaitu abu-abu muda yang dikombinasikan dengan tulisan berwarna putih. Kondisi dial, index dan jarum masih sangat bagus, begitu juga movement cal.1570 didalamnya. Sungguh cantik!





Minggu, 18 Januari 2009

Other antiques

Disadarkan oleh sebuah pengumuman 'pensiun dini' dari dunia horology yang ditulis oleh salah seorang rekan di blognya, saya teringat kembali pengalaman 'jenuh' dan 'bosan' yang pernah saya alami beberapa waktu lalu. Memang sih saya tidak sampai memutuskan secara formal bahwa akan menarik diri dari dunia yang menarik ini, tapi frankly speaking saya dulupun pernah beranggapan bahwa dunia horology sudah tidak menarik lagi. Tapi ternyata saat itu saya hanya emosional saja dan buktinya sampai saat ini saya masih konsisten dengan dunia yang membuat saya mendapatkan banyak teman baru.
Suatu hari saya berkunjung ke rumah seorang penggemar jam antik yang pertama kali saya kenal. Saat saya berkunjung ke rumahnya yang terletak di sudut sebuah perumahan di Bojong Gede, saya seperti ditarik kembali ke masa tahun 40-60an. Ternyata sobat saya itu bukan hanya penggemar jam antik tapi segala sesuatu yang antik (karena itu tidak heran orangnya pun antik!..). Dari mulai benda kecil seperti gembok sampai seperangkat sofa tamu semuanya antik! bahkan istri saya yang masuk sampai merinding...tapi saya kok malah suka!

Karena saya tertarik dengan koleksi non-jam yang antik itu, saya kemudian diajak ke salah satu tempat dimana dia selalu datang untuk mencari dan membeli barang-barang antik. Nah dari saat itulah ketertarikan saya terhadap barang antik non-jam bermula. Saat ini saya berfikir bahwa, kesenangan baru ini bisa membuat perhatian saya teralihkan saat saya jenuh dengan koleksi jam antik saya!

Karena itu saya mulai berburu (kalau ada waktu) barang-barang antik dan pernak-perniknya. Yang pertama kali saya beli adalah 2 kursi antik yang sering disebut dengan kursi "Jengki". Terbuat dari kayu jati, berat dan bantalan masih meggunakan per aslinya. Meja saya ambil dari rumah kerabat di Cilacap yang ternyata cocok dengan penampilan kursi jengki ini.

Setelah mendapatkan beberapa kursi dan meja kecil, saya kemudian ingin memiliki alat makan dan minum saya juga kalau bisa dari era dulu. Mulailah saya mencari beberapa barang pecah belah (piring dan gelas serta toples). Piring di bawah adalah salah satu contoh jenis piring makan yang saya pakai. Saya seperti kembali ke era saat saya kecil tahun 70-an, almarhum ibu saya seringkali menyuapi saya dengan piring seperti ini: ada gambar kembang dan diameter piring yang lebar agar muat banyak nasi dan lauk untuk menyuapi saya dan adik-adik saya. Pada dasar Piring ini bertuliskan "made in China".


Kemudian gelas, saya jatuh cinta ketika melihat gelas-gelas ini. Menurut saya mereka cantik dan berestetika tinggi. Menurut mertua saya, gelas seperti ini sering digunakan sebagai salah satu barang seserahan pengantin pada era tahun 60 sampai 70-an dan biasanya juga ditaruh di lemari pajangan dan bukan untuk dipakai sehari-hari. Kebetulan salah satu dari gelas di bawah juga merupakan gelas seserahan mertua saya saat beliau dulu menikah.


Nah kalau gelas-gelas kecil dibawah mengingatkan saya saat saya kecil dulu. Saat itu kalau beli es di restoran atau warung atau juga pedagang keliling gelasnya seperti gelas-gelas yang berwarna merah dibawah ini.

Saat ini saya masih menunggu lemari dapur, meja rendah untuk ruang makan dan lemari pajangan model Betawi-an dari era tahun 50-an. Untuk sementara koleksi pernak-pernik dan pecah belah antik saya letakkan di lemari pendek bekas speaker tahun 70-an. Diatas lemari pendek itu ada beberapa toples kaca yang dibuat dari beberapa negara. Toples terbesar adalah buatan SIEMENS Germany, yang sedang buatan Jepang dan yang paling kecil buatan SOERABAIA.


Ketertarikan akan barang-barang ini ternyata bisa mengalihkan perhatian saya sementara saat jenuh dengan koleksi jam antik saya. Mungkin ada baiknya anda juga mencari alternatif pengalih perhatian seperti ini...siapa tahu anda bosan dengan hobi utama anda..


G-Shock GW-9200 "Riseman"

Terkadang saya merasa jenuh dengan jam-jam antik dan apabila ada penawaran jam antik yang bagus, saya beli dan kemudian hanya menjadi pajangan di koper jam saya karena malas untuk memakainya.

Saat berkunjung ke rekan penggemar jam antik dan pemilik blog arlojikuno, saya lihat malam itu dia pakai jam Suunto Vector yang baru saja datang dari US. Saya lihat, pegang dan amati jam digital itu ternyata unik juga selain karena ukurannya yang besar, juga karena feature jam yang banyak dan menarik. Kebetulan dia juga mau melepas beberapa buah Jam G-Shocknya. Karena tawaran itu, saya urung untuk pulang dan kembali masuk ke rumahnya untuk melihat G-shock yang hendak dilepas. Dan atas sarannya, saya diminta untuk mengambil tipe G-Shock yang terbaru yang dia dapat: G-Shock GW-9200 "The Riseman". Tipe Riseman pertama kali diluncurkan pada pertengahan tahun 90, dan kini diluncurkan kembali dengan penambahan fungsi yang lebih canggih.

Riseman edisi 'revisi' ini diluncurkan pertama kali pada 28 Juni 2008. jam ini diklaim sebagai salah satu jam digital paling akurat karena teknologi didalamnya merupakan multiband yang dapat menerima radio signal dari 6 region di dunia. Pada caseback terdapat logo Riseman berupa seekor naga.


Pada sisi sebelah kanan terdapat sensor berwarna merah. Tombol berwarna merah ini adalah sensor altimeter. Sedangkan tombol sebelah kiri adalah untuk sensor tekanan Barometer.

Salah satu hal yang saya sukai dari G-Shock ini adalah desain strap karetnya yang memiliki double holes dan berbentuk rata sehingga nyaman dipakai karena tidak menggelembung.
Berikut adalah data teknis dari The Riseman:
1. Solar Powered
2. Water resistant 200m (560 feet)
3. Feature Barometer, altimeter dan thermometer
4. Stopwatch 1/100 detik dan countdown timer
5. Worldtimer untuk 33 kota
6. 5 alarm harian dan 1 snooze alarm
7. dimensi 51mm x 48,8mm x 15,9mm dengan berat 60,9gr
Saya masih menikmati memakai G-shock ini karena sungguh berbeda sekali dari jam saya yang lain. Dan kini saya penasaran ingin mencari dan memiliki G-shock vintage dengan desain casing kotak yang sangat klasik. Hmmm...harus mulai hunting nih!

Minggu, 11 Januari 2009

The FIRST Watch In Space: Juri Gagarin story

Pada 12 April 1961, pukul 06:07 GMT. Juri Gagarin, yang berada di ruang control Vostok One, merupakan sebuah era baru bagi manusia di ruang angkasa yang merubah pola piker manusia mengenai perjalanan ke ruang angkasa. Teknologi yang embawa manusia ini ke ruang angkasa dan kembali dengan selamat ke bumi adalah alat termodern pada saat itu. Ironisnya, jam yang digunakan di tangannya adalah jam dengan teknologi yang umurnya sudah se-abad (movement mekanik). Agak aneh memang, di jaman era jam quartz yang bisa lebih presisi dia lebih memilih jam mekanik sederhana itu.
The STURMANSKIE, (atau ШТУ� МАНСКИЕ dalam bahasa Cyrillic,) merupakan jam yang diberikan kepada para lulusan sekolah penerbang Orenberg Flight School sejak tahun 1940. Jam-jam ini memiliki movement kualitas yang baik dan presisi. Gagarin telah di supply merek Sturmanskie, sebagai pabrik jam pertama di Rusia. Begitu juga saat dia lulus dari Orenberg.

Didasarkan pada desain awal jam Perancis, Lip R26, dimana saat itu Soviet membeli mesin-mesin produksi jam LIP. Soviet kemudian melakukan pengembangan pada desain dengan menambahkan central seconds complication dan fungsi hacking system dimana pemakai jam dapat dengan presisi memberhentikan jarum jam dan disinkron-kan dengan waktu yang telah disepakati. Hal ini menjadi kritikal bagi jam-jam militer maupun penerbangan karena kesamaan waktu antara pilot dan base menjadi dasar dalam perencanaan waktu dan lokasi pendaratan pesawat.

Jam Sturmanskie yang dikenakan Gagarin diruang angkasa memiliki finishing yang baik, 17 jewel, shock protected movement. Movement dilapisi oleh lapisan chrome, two-piece case dengan diameter 33 mm, tebal 12 mm, dengan 16 mm lebar lug dan stainless steel screw back. Tidak seperti jam-jam lainnya pada saat itu yang memiliki stainless steel snap back, jam baru yang dikenakan Gagarin memiliki seal dan gasket yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan tahan air.

Faktanya, movement dan case Sturmanskie secara visual memiliki banyak kesamaan dengan versi sipilnya, civilian Sportivnie (Спортивные). Hanya ada perbedaan kecil pada desain dialnya. Setelah penerbangannya yang terkenal sukses, Jam yang dikenakan Gagarin didonasikan kepada sebuah perusahaan yang kemudian dikenal dengan nama ПОЛЕТ atau Poljot, yang berarti ‘penerbangan’. Untuk menghormati misi Gagarin yang fenomenal, Poljot mengeluarkan banyak tipe jam yang menggunakan nama Gagarin dalam produknya, sampai saat ini.


Soviet selain menerbangkan laki-laki pertama di ruang angkasa, mereka juga menerbangkan wanita pertama kali ke ruang angkasa pada 16 Juni 1963, Valentina Tereshkova, yang meng-orbit dengan pesawat Vostok 6. Dia melewatkan 3 hari di ruang angkasa dan mengelilingi bumi sebanyak 48 kali sebelum kembali memasuki atmosfir dan mendarat dengan selamat di bumi. Tereshkova, terlihat dalam foto dibawah menggunakan jam Sturmanskie.